Inspirasi Investasi

Babak Baru Grup Adaro Di Kuartal Dua 2026, Si Paling Cuan Atau Malah Bikin Deg-degan

Grup Alam Tri yang isinya PT Alam Tri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Alam Tri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) udah resmi merilis laporan keuangan kuartal dua 2026. Hasilnya secara bottom line sih keliatan positif banget. Tapi, gimana prospek saham mereka ke depannya buat portofolio lu?

Saham AADI Ketiban Berkah Dividen Dan Divestasi

AADI ngeraih pertumbuhan laba bersih sebesar 10,5 persen jadi 473 juta dolar AS. Pertumbuhan ini sejalan sama pendapatan yang naik 6,1 persen jadi 2,5 miliar dolar AS. Tingkat efisiensi di beban pokok pendapatan bikin gross profit margin naik jadi 30,7 persen dari sebelumnya 29 persen.

Kontributor terbesar tetap dari batu bara yang tumbuh 3,8 persen. Tapi yang gokil, AADI nyatet pertumbuhan agresif di logistik sebesar 20,2 persen, plus bisnis penyewaan aset ketenagalistrikan yang dapet pendapatan perdana 44,21 juta dolar AS dengan laba sekitar 22,6 juta dolar AS. Bisnis listrik ini berasal dari PT Kaltara Power Indonesia yang nyuplai listrik buat smelter aluminium ADMR.

Katalis paling ditunggu dari AADI tentu rencana divestasi saham Kestrel ke Yancoal Australia Ltd. Walau belum masuk laporan keuangan kuartal dua 2026, potensi keuntungan dari aksi korporasi ini ditaksir mencapai 152,3 juta dolar AS. Kalau semuanya lancar, lu berpotensi dapet dividen sekitar Rp1.215 per saham di tahun ini.

Saham ADMR Ketolong Batu Bara Metalurgi Tapi Masih Beban Smelter

ADMR sukses nyatet pertumbuhan laba bersih 24 persen jadi 174 juta dolar AS di sepanjang semester pertama 2026, ditopang pendapatan yang naik 31,5 persen jadi 583 juta dolar AS. Gross profit margin juga melesat ke 47,6 persen berkat efisiensi.

Bisnis batu bara metalurgi masih jadi mesin utama pencetak cuan. Tapi, tantangan terbesar ADMR ada di bisnis smelter aluminium yang masih menanggung rugi 45,5 juta dolar AS karena masa operasional awal biasanya emang belum efisien.

Walau begitu, ADMR udah nyatet persediaan aluminium sekitar 319 juta dolar AS dan hedging 60.675 ton buat periode Juli sampe September 2026. Kalau di kuartal tiga nanti smelter ini udah mulai nyatet pendapatan bersih, cerita soal ADMR bakal jauh lebih menarik.

Saham ADRO Paling Agresif Tapi Cash Flow Mulai Tertekan

ADRO tampil paling beringas dibanding anak dan cucu usahanya. Laba bersih ADRO tembus 76,8 persen jadi 309 juta dolar AS, jauh melampaui pertumbuhan pendapatannya yang cuma 16,5 persen di angka 999,2 juta dolar AS.

Lonjakan laba ini didukung efisiensi biaya jasa pertambangan, kontribusi laba ADMR, plus pendapatan dividen 33,53 juta dolar AS. Tapi lu harus jeli, kas operasional ADRO malah minus 42,91 juta dolar AS karena lonjakan pembayaran supplier dan kontraktor yang naik jadi 803 juta dolar AS buat ngonsolidasikan ekspansi smelter aluminium. Utang bank dan liabilitas sewa juga ikutan melonjak tajam.

Kesimpulan Prospek Saham Grup Adaro

Secara keseluruhan, kinerja keuangan Grup Adaro di paruh pertama 2026 masih solid dengan ADRO dan ADMR yang agresif secara bottom line, serta AADI yang stabil lewat dividen dan potensi divestasi.

Buat kuartal tiga 2026 nanti, lu wajib pantau seberapa besar pendapatan dari penjualan aluminium ADMR bisa ngurangin kerugian atau malah berbalik jadi laba. Tantangan operasional awal smelter tetep harus diwaspadai biar lu nggak salah langkah pas ngambil keputusan beli atau jual sahamnya.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x