Inspirasi Investasi

Analisis Saham SWAP IPO, Risikonya Ngeri Juga

PT Swakarya Prakarsa Tbk dengan kode saham SWAP resmi melangkah ke lantai bursa. Perusahaan ini merupakan hasil komersialisasi riset dari Universitas Gadjah Mada yang berdiri sejak 2012. Buat lu yang lagi cari cuan dari saham IPO, tentu wajib tahu fakta mendalam soal emiten satu ini sebelum memutuskan buat beli.

Rincian Penawaran Umum Perdana SWAP

SWAP mantap melaju ke pasar saham dengan melepas 323 juta lembar saham baru ke publik. Harga penawarannya dipatok di kisaran Rp130 sampai Rp140 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan mengincar dana segar maksimal sebesar Rp45,22 miliar.

Sebelum resmi go public, kepemilikan saham SWAP dipegang oleh PT Gama Multi Usaha Mandiri sebagai kendaraan investasi UGM dengan porsi sebesar 97,16 persen. Sisanya dimiliki oleh UGM sendiri sebesar 2,69 persen, PT Radio Swara Gadjah Mada sebesar 0,074 persen, serta Bondan Ardiningtyas sebesar 0,073 persen. Aksi korporasi ini sendiri digawangi oleh PT Sukadana Prima Sekuritas yang dulu dikenal sebagai OSO Sekuritas.

Penggunaan Dana IPO SWAP

Dana maksimal Rp45 miliar yang didapat dari pasar tentu nggak bakal nganggur. SWAP udah punya rencana jelas soal alokasinya, antara lain:

  • Modal kerja buat beli bahan baku, operasional, SDM, pemasaran, sampai riset dan pengembangan produk baru senilai Rp15,8 miliar
  • Belanja modal untuk kebutuhan gedung baru dan kendaraan operasional senilai Rp12,2 miliar
  • Pelunasan utang kepada pemegang saham senilai Rp12 miliar

Kinerja Keuangan SWAP Turun Tajam

Kalau lu cek prospektusnya, fundamental SWAP saat ini lagi ngadepin tekanan yang nggak ringan. Pendapatan usaha tahunan sepanjang 2025 tercatat turun sebesar 30 persen menjadi Rp7,12 miliar. Penurunan ini paling banyak disumbang oleh segmen penjualan Hepro Gama yang anjlok 42,8 persen ke angka Rp5,72 miliar, padahal ini adalah segmen andalan mereka.

Merosotnya pendapatan terjadi karena salah satu distributor utama mengurangi transaksinya hingga 73,6 persen menjadi Rp1,35 miliar. Penjualan dari PEHA juga ikut turun 13,4 persen menjadi Rp3,4 miliar. Meskipun ada klien baru seperti RSUP Fatmawati, transaksinya masih kecil di angka Rp91 juta.

Akibat jatuhnya penjualan dari pelanggan besar tersebut, laba bersih SWAP sepanjang 2025 ikut rontok 58 persen menjadi cuma Rp1,4 miliar. Penurunan laba bersih ini bahkan lebih dalam ketimbang laba kotor karena beban usaha perusahaan kelihatan stagnan di angka Rp5 miliar.

Deretan Risiko dan Masalah Utama SWAP

Selain kinerja keuangan yang melempem, ada beberapa catatan merah yang wajib lu perhatikan baik-baik sebelum masuk ke saham ini.

Ada Piutang Macet dari Tiga Entitas

SWAP punya masalah pelik terkait piutang yang macet alias tidak terbayar dari tiga entitas berbeda. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Indofarma Global Medika yang sudah pailit, PT Rajawali Nusindo, serta PT Farmalab Indoutama. Dua nama terakhir bahkan lagi dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan merestrukturisasi utangnya di pengadilan niaga.

Total piutang macet ini mencapai Rp11,9 miliar. Perusahaan udah mencadangkan Rp11,15 miliar, sehingga sisa piutang yang tercatat sekarang senilai Rp752 juta.

Beban Persediaan Produk Covid yang Menumpuk

Dulu waktu pandemi Covid-19, SWAP sempat menikmati kejayaan berkat produk Genose yang punya permintaan sangat tinggi. Masalahnya, sekarang momentum itu udah lewat jauh dan permintaannya terus merosot.

Tingkat persediaan perusahaan menumpuk sampai Rp41,09 miliar dengan cadangan penurunan nilai sekitar Rp21 miliar, menyisakan nilai persediaan sebesar Rp19,59 miliar. Risiko terburuknya, kalau sisa persediaan itu nggak bisa dipulihkan sama sekali, ekuitas perseroan sebelum dana IPO masuk bisa jadi negatif karena ekuitas mereka saat ini cuma Rp17,32 miliar.

Rekam Jejak Penjamin Emisi

Bertindak sebagai penjamin emisi, PT Sukadana Prima Sekuritas punya catatan historis saat membawa satu saham IPO sebelumnya yaitu OBAT. Berdasarkan data historisnya, saham OBAT sempat terbang tinggi di hari-hari awal pencatatannya, namun kemudian ambruk parah dalam waktu singkat.

Harga saham OBAT bahkan sempat turun dan terus merosot hingga sekarang berada di bawah harga IPO, yakni di level Rp242 per saham. Buat trader yang suka gercep keluar masuk, histori penjamin emisi seperti ini tentu jadi bahan pertimbangan penting supaya nggak terjebak nyangkut di pucuk.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x