Bahlil Ajak Investor Bangun Data Center, Saham EBT dan Properti Bisa Kecipratan Cuan
Lu tau nggak bro, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru aja bikin gebrakan baru. Kemarin, tepatnya Selasa (22/9), dia ngajak para investor buat bangun data center di Indonesia. Alasannya simpel tapi masuk akal, wilayah kita paling luas di Asia Tenggara dan punya pulau yang seabrek.
Buat urusan tenaga, lu nggak usah pusing mikirin boncos. Si Bahlil ini berani pasang badan dan jamin kalau pasokan listrik bakal disiapin langsung sama PLN. Bahkan, dia sesumbar harga listrik buat data center kita jauh lebih kompetitif dibanding negara tetangga, walau dia nggak ngasih rincian pastinya gimana.
Target Kapasitas Melonjak Drastis Tahun 2026
Pemerintah nggak main-main sama proyek ini. Proyeksinya gokil banget, kapasitas data center di Indonesia ditargetkan bisa tembus 1,65 GW pada akhir tahun 2026 nanti. Angka ini naik jauh banget kalau dibandingin sama kapasitas sekarang yang masih ada di kisaran 637,2 MW.
Bayangin aja loncatannya kayak gimana. Artinya, bakal ada aliran modal gede yang masuk ke sektor infrastruktur digital kita. Buat kita yang doyan mantengin ticker saham, ini berita bagus buat nyari celah cuan.
Kira-Kira Saham Apa yang Bakal Kena Imbas?
Kalau proyek data center ini beneran ngebut, ada beberapa sektor yang otomatis ketiban durian runtuh:
- Sektor Energi dan EBT: Data center itu butuh sedotan listrik raksasa. PLN emang yang suplai, tapi emiten energi swasta yang main di energi terbarukan (EBT) punya peluang besar buat jadi penopang.
- Sektor Properti dan Lahan Industri: Bikin bangunan segede gaban pasti butuh tanah luas. Saham-saham yang punya banyak Tbk kawasan industri bakal kecipratan rezeki nomplok dari penjualan atau sewa lahan.
- Sektor Infrastruktur Telekomunikasi: Makin banyak server berdiri, kebutuhan koneksi internet dan fiber optik juga bakal makin menggila.
Intinya, peluang cuan di bursa saham kita masih lebar banget. Tugas lu sekarang tinggal pantau emiten mana yang nyerempet ke proyek-proyek infrastruktur digital ini. Jangan sampe keduluan bandar, tetapanalisis sendiri sebelum beli sahamnya biar nggak nangis di pojokan.
