Berita Korporasi

BBNI Nyangkut Dulu? Laba Juli 2026 Turun Tipis Gara Gara Pajak

Lu pada yang pegang saham BBNI pasti pada kaget kan pas liat laporan keuangan terbarunya. Bulan Juli 2026 kemarin, bank pelat merah ini cuma bisa nyetak laba bersih bank only sebesar Rp1,6 triliun. Angka ini minus 6 persen secara tahunan dan turun 13 persen dibanding bulan sebelumnya. Wah, rada deg-degan juga ya.

Kenapa Laba BBNI Bisa Anjlok

Tenang dulu, jangan buru-buru cut loss atau panik jual di market. Kalau lu teliti ngeliat jeroannya, penurunan laba bersih ini bukan karena bisnis utamanya hancur lebur. Biang kerok utamanya itu karena beban pajak yang mendadak melonjak gila-gilaan sampai 97 persen secara tahunan.

Kalau kita tarik mundur ke pendapatan operasional sebelum pencadangan atau PPOP, sebenarnya kinerja BBNI masih lumayan kuat. PPOP Juli 2026 masih sanggup tumbuh 12 persen secara tahunan ke angka Rp3 triliun. Secara kumulatif selama tujuh bulan pertama tahun 2026 ini, laba bersihnya udah terkumpul Rp12,5 triliun atau naik 6 persen. Capaian ini udah pas banget di 59 persen dari estimasi konsensus tahun 2026.

NIM Tipis Tapi Risiko Mulai Aman

Masalah klasik perbankan sekarang emang ada di likuiditas yang agak ketat. Makanya, Net Interest Margin atau NIM BBNI ikutan nyungsep ke level 3,3 persen pada Juli 2026 karena beban bunga melesat naik. Biaya dana atau cost of fund lagi tinggi-tingginya, jadi wajar kalau pendapatan bunga bersih agak tertekan.

Tapi ada kabar bagus yang bikin hati agak tenang. Beban provisi atau pencadangan kredit macet mulai melandai. Credit Cost atau CoC ada di level 0,8 persen, jauh lebih sehat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Artinya, risiko kredit bermasalah mulai terkendali dan nggak separah perkiraan orang-orang.

Kesimpulan Buat Saham BBNI

Buat lu yang udah kadung masuk di BBNI, fundamental bank ini sebenarnya masih solid walau lagi diuji sama sentimen pajak dan beban bunga. PPOP masih aman dan pencadangan makin sehat. Jadi, stock picker kayak kita tinggal pantau aja gimana pergerakan selanjutnya di bursa, nggak usah ikutan FOMO terus nyerah di harga bawah.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x