BI Rate Diramal Naik, Portofolio Saham Lu Aman Nggak Nih?
Buat lu yang tiap hari mantengin layar broker sambil deg-degan liat porto merah, ada kabar terbaru nih dari hasil survei Bloomberg bulan September 2026. Para ekonom kompak ngehalusin proyeksi kalau Bank Indonesia bakal ngerek suku bunga alias BI Rate sebesar 25 bps jadi 6 persen pas akhir tahun 2026 nanti. Padahal di survei Agustus 2026 kemarin, mereka masih pede bilang bakal di 5,75 persen. Buat tahun 2027, posisinya masih dipatok tetep di 5,75 persen.
Kenaikan suku bunga ini jelas bakal bikin iklim investasi makin kerasa panas. Utang emiten jadi makin mahal dan cost of fund naik. Buat kita yang nyari cuan dari saham, info kayak gini wajib banget dijadiin bahan pertimbangan sebelum salah langkah.
Ekonomi Malah Ngegas Tapi Inflasi Ikutan Naik
Meskipun suku bunga diramal bakal naik, para ekonom justru ngerevisi naik ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia buat tahun 2026 ke level plus 5,2 persen secara YoY. Naik tipis dibanding survei Agustus lalu yang cuma di angka plus 5,11 persen YoY. Ekonomi dibilang masih kuat, tapi risikonya ada di harga barang-barang.
Ekspektasi inflasi selama 2026 ikut terkerek naik ke 3,34 persen YoY dari sebelumnya 3,3 persen. Bukan cuma itu, proyeksi inflasi tahun 2027 juga ikut naik dari 2,78 persen jadi 2,9 persen. Kalau inflasi naik, otomatis daya beli masyarakat bisa kena rem, dan emiten ritel atau barang konsumsi harus putar otak lebih keras.
Defisit Current Account Ikut Melebar
Nggak cuma urusaninflasi sama suku bunga, kondisi eksternal juga nunjukin sinyal yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data survei yang sama, ekspektasi defisit current account alias transaksi berjalan kita selama 2026 bakal melebar ke angka 1,55 persen terhadap PDB. Angka ini naik dibanding ekspektasi bulan Agustus 2026 yang cuma ada di level 1,3 persen terhadap PDB.
Defisit yang melebar artinya aliran dana asing yang masuk ke dalam negeri bisa makin ketat seleksinya. Rupiah juga bisa kena sentimen negatif kalau nggak dijaga dengan bener sama bank sentral.
Strategi Jitu Buat Hadapi Pasar
Pesan buat lu semua, jangan panik tapi tetep waspada. Dengan skenario suku bunga naik dan inflasi yang merangkep, lu harus lebih selektif milih saham:
- Fokus ke emiten berutang kecil: Suku bunga tinggi itu musuh utama perusahaan yang utangnya numpuk.
- Lirik sektor defensif: Barang konsumsi primer atau emiten komoditas tertentu biasanya masih bisa tahan banting pas inflasi naik.
- Keep cash: Jangan all-in semua duit lu ke satu saham. Sediakan amunisi cash buat serok diskon kalau pasar tiba-tiba banting stir.
Intinya, pasar saham selalu punya cara sendiri buat bikin deg-degan. Tetap riset mandiri dan jangan asal FOMO ikut ajakan orang di sosmed ya.
