Inspirasi Investasi

Cara Gampang Nyari Saham Undervalued, Jangan Asal Beli yang Murahan

Banyak dari lu yang mungkin cuma fokus cari saham undervalued, alias pengen bisa beli saham dengan harga di bawah nilai wajarnya. Padahal ya, buat nemuin saham undervalued itu nggak cukup cuma lihat dari harga saham yang keliatan murah di layar aplikasi. Saham seharga Rp500 belum tentu lebih murah dibanding saham yang harganya Rp5.000. Biar nggak salah langkah, lu wajib paham cara nyari saham undervalued beneran berdasarkan fundamental dan valuasi. Yuk kita bahas tuntas di sini.

1. Paham Dulu Apa Itu Saham Undervalued

Saham undervalued itu sebenarnya saham yang harga pasarnya lebih rendah dibanding nilai wajarnya, tapi kualitas fundamentalnya tetap sehat dan prospek bisnisnya bagus. Cara gampang bandinginnya begini:

  • Jika harga pasar kurang dari nilai intrinsik, berarti saham berpotensi undervalued.
  • Jika harga pasar lebih dari nilai intrinsik, berarti saham berpotensi overvalued.

Konsep ini beda banget sama cuma nyari saham murah yang harga per lembarnya kecil. Misalnya Saham A harganya Rp500 dan Saham B harganya Rp5.000. Secara nominal emang beda, tapi itu bukan penentu kalau saham tersebut undervalued. Lu harus hitung valuasi dan lihat kemampuan perusahaan cetak laba, aset, ekuitas, sampai arus kasnya.

2. Indikator Wajib Buat Nyari Saham Undervalued

Supaya nggak asal tebak, lu bisa pakai beberapa indikator populer ini buat ngecek kondisi saham:

PER (Price to Earnings Ratio)

Rasio ini ngitung harga saham dibanding laba bersih per lembar saham. Semakin tinggi PER, biasanya makin tinggi juga ekspektasi pasar ke perusahaan tersebut.

PBV (Price to Book Value)

PBV ngitung harga saham dibanding nilai buku per lembarnya. Kalau nilai PBV di bawah 1, biasanya saham itu dibilang murah atau undervalued karena harganya di bawah nilai aset bersihnya.

ROE (Return on Equity)

Indikator ini ngukur seberapa jago manajemen perusahaan muterin modal dari pemegang saham buat cetak laba bersih. Makin tinggi ROE, makin bagus juga cuan yang dihasilkan.

Analisa Fundamental

Lu nggak boleh skip bagian ini. Cek apakah pendapatan dan laba perusahaan tumbuh konsisten tiap tahun. Perhatikan juga posisi utang dan arus kasnya. Utang yang numpuk dan arus kas yang nggak jelas cuma bakal bikin perusahaan susah berkembang.

Margin of Safety (MoS)

Ini adalah jarak aman antara nilai intrinsik saham dengan harga pasar saat ini. Idealnya, lu nyari MoS di kisaran 20 persen sampai 40 persen di bawah nilai wajar biar portofolio lu aman kalau sewaktu-waktu pasar ambles.

3. Jangan Cuma Fokus ke Valuasi

Kesalahan paling sering kejadian tuh investor cuma lihat angka valuasi yang kecil kayak PER 5x atau PBV 0.3x terus langsung dikira itu saham undervalued. Padahal lu harus teliti lagi, emang pasar lagi ngasih diskon atau emang fundamental emitennya lagi hancur? Makanya analisis fundamental dan valuasi harus jalan barengan biar lu tahu kualitas bisnisnya secara utuh.

4. Bedain Saham Undervalued Sama Value Trap

Jangan sampai lu terjebak sama yang namanya value trap. Saham keliatan murah banget karena rasionya kecil, tapi ternyata kinerjanya berdarah-darah dan labanya terus merosot tiap kuartal. Kalau kejadiannya kayak gitu, harga murah bukan berarti diskon, tapi emang perusahaannya lagi ada masalah besar.

5. Hal Penting Sebelum Eksekusi Beli Saham

Sebelum lu mantap bungkus saham tertentu, pastikan lu udah lakuin beberapa hal ini:

  • Pahami model bisnis perusahaan dan cara mereka dapet duit.
  • Bedah laporan keuangan dari kuartal ke kuartal.
  • Hitung valuasinya pakai rasio yang udah dibahas tadi.
  • Cek prospek industrinya di masa depan biar nggak terjebak di sektor yang lagi tenggelam.
  • Hitung risikonya secara matang dari berbagai aspek ekonomi dan bisnis.

Kesimpulan

Nyari saham undervalued itu bukan cuma soal cari saham yang harganya paling murah di market. Lu dituntut jeli menganalisis fundamental, ngerti valuasi, dan tahu bedanya antara peluang cuan beneran atau malah terjebak di value trap. Dengan analisa yang teliti dan data yang akurat, keputusan investasi lu bakal jauh lebih terukur dan minim risiko.

0 0 votes
Post Rating
Jamet

Jamet

Saham Jamet

guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x