Dana Pensiun Mau Main Saham Luar Negeri, Duit Pensiunan Bisa Jadi Dollar Nih
Otoritas Jasa Keuangan alias OJK lagi sibuk revisi aturan main buat dana pensiun di Indonesia. Lewat revisi POJK No. 27/2023 nanti, lembaga dana pensiun bakal dibolehin buat naruh duit investasinya di luar negeri. Biar nggak jago kandang mulu, istilahnya gitu.
Buat lu yang pengen tahu duit simpanan masa tua ini bakal diputer ke mana aja, OJK nggak asal kasih izin. Ada beberapa instrumen pilihan yang udah disiapin buat dicaplok sama pengelola dana pensiun.
Instrumen Apa Aja yang Dibolehin Buat Dibeli?
Nggak semua instrumen luar negeri bebas dibeli begitu aja sama mereka. OJK bikin batasan yang jelas biar dananya tetap aman dan nggak boncos di luar sana. Berikut daftar instrumen yang lolos seleksi:
- Surat berharga yang diterbitkan langsung sama negara asing
- Surat berharga dari lembaga multinasional yang Indonesia ikut jadi anggotanya
- Obligasi korporasi yang udah tercatat resmi di bursa efek
- Saham luar negeri yang nongkrong di bursa efek
- Reksa dana luar negeri
- Penyertaan langsung ke perusahaan non-bursa
Ada Batasan Limit Biar Nggak Blunder
Meskipun dikasih kebebasan buat terbangin duit ke luar negeri, OJK tetap pasang rem darurat. Ada aturan porsi maksimal biar pengelola dana pensiun nggak kebablasan pas trading atau investasi.
Secara umum, total investasi di luar negeri dibatasi mentok di angka 20 persen dari total portofolio investasi mereka. Sementara khusus buat penyertaan langsung ke perusahaan yang sahamnya nggak tercatat di bursa, porsinya jauh lebih ketat lagi yaitu cuma dibatesin maksimal 5 persen aja.
Menurut gw pribadi, langkah ini lumayan menarik karena ngebuka peluang return yang lebih gede buat dana pensiun. Tapi ya balik lagi, pengelolanya harus bener-bener jeli baca pasar global biar duit pensiunan aman, bukan malah nyangkut di pucuk.
