Kabar Pasar

Danantara Mau Babat Habis Ratusan BUMN, Saham Pelat Merah Aman Nggak Nih

Pemerintah lagi gencar banget bersih-bersih badan usaha milik negara. Buat lu yang hobi nyangkut di saham pelat merah, wajib banget tahu info ini biar portofolio nggak mendadak ambyar.

Banyak BUMN Disuntik Mati Biar Nggak Jadi Beban

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ngasih tahu kalau pemerintah udah nutup 290 BUMN dari total 1.074 perusahaan per 16 Agustus 2026 kemarin. Angka ini nggak bakal berhenti di situ aja karena pemerintah punya target buat nilep alias nutup sampai sekitar 300 perusahaan sampai akhir tahun 2026.

Buat yang nanya-nanya kenapa dibabat, alasannya simpel. Biar bisnisnya nggak jalan di tempat dan nggak bikin boncos keuangan negara.

Strategi Danantara Pangkas Jumlah Perusahaan

CEO Danantara Rosan Roeslani juga buka suara soal aksi bersih-bersih ini. Menurut dia, aksi potong kompas ini dinamain streamlining BUMN. Caranya pakai bermacam-macam skema mulai dari merger, likuidasi, sampai konsolidasi vertikal.

Langkah ekstrem ini sebenarnya sesuai sama titah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus itu pengen jumlah BUMN yang tadinya ribuan entitas dipangkas drastis jadi cuma sisa 200 sampai 300 entitas aja.

Dampaknya Buat Trader Saham

Buat anak saham, berita kayak gini kudu dicermati dengan kepala dingin. Kalau perusahaan pelat merah digabung atau dilikuidasi, otomatis bakal ngaruh ke pergerakan harga sahamnya di bursa.

Intinya, jangan asal FOMO beli saham BUMN kalau fundamentalnya kurang jelas. Mending cek lagi isi portofolio lu sekarang, pastikan cuma megang saham dari emiten yang bener-bener sehat dan tahan banting.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x