Inspirasi Investasi

Deretan Saham Non-MSCI yang Lagi Diskon Parah Akibat Isu Standalone Market

IHSG masih babak belur gara-gara rencana MSCI yang mau konsolidasi potensi pasar saham Indonesia ke Standalone Market. Untungnya, nggak ada trading halt karena udah ada kebijakan ARB yang dipangkas jadi 7 persen. Di tengah badai tekanan jual dari asing ini, strategi paling masuk akal buat lu yang doyan nyerok adalah mengincar saham-saham di luar MSCI yang udah diskon tapi punya fundamental solid.

Kenapa Saham Non-MSCI Menarik Dilirik Saat Market Panik

Tekanan jual masif bikin valuasi saham-saham berfundamental kuat ikut terbawa turun ke jurang. Bahkan saham sekelas BBCA aja sempat kena ARB dua hari beruntun, suatu pemandangan langka yang biasanya cuma terjadi pas krisis besar seperti tahun 2008 atau pandemi Covid-19.

Walaupun kita nggak tahu persis kapan kepanikan pasar ini bakal mereda, satu hal yang pasti adalah badai bakal berlalu. Kalau isu MSCI ini masih bakal bikin panas pasaran sampai Juni 2027, saatnya gw dan lu pada mulai selektif cari emiten berkualitas yang harganya udah babak belur. Berikut adalah lima pilihan saham non-MSCI yang punya prospek menarik buat diulik.

Saham POWR: Punya Katalis Data Center dan Dividen Royal

Pertama ada PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) yang tadinya geraknya mager, mendadak seksi gara-gara sentimen data center. Walaupun harganya udah melandai ke area 800-an perak, valuasi Price to Book Value (PBV) emiten ini balik lagi ke kisaran 1,04 kali yang lumayan wajar buat diakumulasi.

Selain cerita pertumbuhan kapasitas listrik buat data center yang diproyeksi terbang tinggi, POWR juga terkenal royal bagi dividen sampai dua kali setahun. Dengan estimasi laba yang stabil, potensi dividend yield emiten ini bisa menyentuh angka di kisaran 7 sampai 10 persen.

Saham AUTO: Didukung Sentimen VTO Astra dan Neraca Super Kuat

Masuk ke pilihan kedua, ada PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang keliatan lebih tahan banting dibanding emiten lain pas market lagi merah merona. Pergerakan teknikalnya keliatan kuat berkat sokongan katalis dari induk usahanya, ASII, yang ngelakuin aksi Voluntary Tender Offer di harga premium.

Nggak cuma itu, kas internal AUTO juga tebel banget dan jauh melampaui total utang berbunga. Ditambah diversifikasi bisnis ke arah komponen kendaraan listrik dan proyeksi dividen yang ciamik, saham ini pas banget buat lu yang cari aman tapi tetap pengen cuan.

Saham GJTL: Gencar Ekspansi Pabrik Ban Kendaraan Listrik

Buat lu yang suka saham siklikal dengan valuasi murah meriah, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) emang nggak pernah sepi dari bahan obrolan. Dengan PBV masih di sekitar 0,34 kali, emiten ban ini lagi jor-joran ekspansi bikin pabrik ban EV dan nambah kapasitas produksi ban Truck Bus Radial.

Walaupun ekspansi jumbo ini bikin GJTL harus pintar-pintar ngatur strategi pendanaan dan utang di tengah suku bunga tinggi, peluang pasar ekspor menyusul kebijakan anti-dumping di Eropa bikin prospek jangka panjangnya tetap layak diperhitungkan.

Saham TOTL: Kontraktor Handal dengan Spesialisasi Gedung Tinggi

Di posisi keempat ada PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) yang juga kecipratan berkah dari pembangunan data center. Valuasinya masih sangat murah dengan PBV di kisaran 0,33 kali aja.

Pipeline tender TOTL tercatat masih tebal dengan kontribusi besar dari proyek infrastruktur digital. Ditambah posisi keuangan yang bersih dari utang berbunga serta potensi arus kas bebas yang jumbo, emiten konstruksi ini punya ruang gerak longgar buat bagi-bagi dividen gede ke pemegang saham.

Saham ESSA: Valuasi Murah Berkat Harga Ammonia dan Neraca Tanpa Utang

Pilihan terakhir jatuh ke PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) yang harganya udah balik ke area diskon menarik. Walaupun harga ammonia global berpotensi normalisasi, keunggulan ESSA ada pada posisi neracanya yang udah zero debt sejak tahun lalu.

Kombinasi antara efisiensi biaya gas, posisi keuangan yang sehat, serta prospek jangka panjang dari pengembangan blue ammonia bikin ESSA punya daya tarik tersendiri. Lu cuma perlu tetap pantau risiko fluktuasi komoditas dan kepastian perpanjangan kontrak gas ke depannya.

Gimana, menurut kalian dari lima saham di atas siapa yang paling menarik buat diserok duluan?

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x