Kabar Pasar

DPR Mau Ubah Aturan Defisit APBN, Pertanda Apa Nih Buat Portofolio Lu

Buat lu para trader dan investor ritel yang tiap hari mantengin layar saham, berita politik fiskal mungkin sering keliatan ngebosenin. Tapi tunggu dulu, jangan pada skip. Belakangan ini ada isu panas dari Senayan yang bakal ngaruh langsung ke arah gerak market kita ke depannya.

Misbakhun Minta Batas Defisit 3 Persen Dievaluasi

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mendadak bikin gebrakan baru. Padahal belum ada empat bulan lalu dia bilang kalau revisi UU Keuangan Negara nggak bakal ngebahas soal perubahan limit defisit APBN. Sekarang, dia malah dorong supaya pembahasan ulang batas defisit di level 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dimasukin ke dalam revisi undang-undang tersebut.

Alasannya, aturan batas defisit 3 persen itu dianggap terlalu ketat dan malah nahan ruang gerak pemerintah. Menurut dia, kalau negara mau ngejar pertumbuhan ekonomi yang lebih ngebut, pemerintah butuh ruang fiskal yang lebih longgar. Intinya, aturan lama ini bikin gerak langkah negara jadi kurang bebas.

Strategi Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah

Kenapa sih pemerintah keliatan ngotot banget pengen punya ruang ekspansi yang lebih gede? Jawabannya klasik tapi krusial banget buat masa depan ekonomi kita. Indonesia saat ini lagi berjuang keras buat keluar dari jebakan pendapatan menengah atau yang biasa disebut middle income trap.

Selain itu, kita juga lagi di tengah periode bonus demografi. Kalau momen ini nggak dimanfaatin dengan bener lewat suntikan dana yang masif ke berbagai sektor produktif, kita bakal rugi besar. Pemerintah butuh duit banyak buat bikin gebrakan ekonomi, dan itu artinya aturan fiskal harus lebih fleksibel.

Dampaknya ke Dunia Saham

Buat kita yang maen saham, kebijakan fiskal yang longgar punya dua sisi mata uang. Di satu sisi, ekspansi pemerintah bisa bikin proyek-proyek infrastruktur dan sektor riil jalan lebih kenceng. Ini jelas sentimen positif buat beberapa emiten konstruksi, perbankan, atau komoditas.

Tapi di sisi lain, kalau defisit jebol lewat dari 3 persen, risiko fiskal negara juga bakal jadi sorotan para investor asing. Pasar bisa aja nanggepin ini dengan deg-degan kalau nggak diimbangi sama pengelolaan utang yang sehat. Jadi, mulai sekarang lu harus lebih jeli baca berita makroekonomi, jangan cuma ngandelin analisa teknikal doang biar portofolio lu nggak babak belur.

0 0 votes
Post Rating
Jamet

Jamet

Saham Jamet

guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x