Harga CPO Anjlok Parah, Stok Malaysia Malah Numpuk
Buat lu yang sering mantengin saham sawit, siap-siap elus dada ya. Harga minyak sawit mentah atau CPO berjangka buat kontrak Januari 2026 di bursa Malaysia baru aja ditutup ambles 1,2 persen ke level RM4.496 per ton pada Rabu kemarin. Penurunan ini bikin harga CPO menyentuh titik terendahnya sejak pertengahan April 2026 kemarin.
Jelas banget kalau market lagi deg-degan. Masalah utamanya ada di stok barang yang menumpuk di gudang. Kalau barang banyak tapi yang beli kurang, ya hukum ekonomi jalan. Harga pasti rontok.
Stok CPO Malaysia Diramal Cetak Rekor Tertinggi
Pelemahan harga ini bukan tanpa alasan bro. Berdasarkan hasil survei Bloomberg, konsensus pasar memperkirakan persediaan CPO Malaysia periode Oktober 2026 bakal melonjak tinggi banget sampai di angka kisaran 3,8 juta ton.
Angka itu naik sekitar 7 persen secara bulanan alias MoM, dan bahkan meroket sampai 50 persen secara tahunan atau YoY. Kalau beneran terjadi, rekor ini bakal ngelewatin all-time high sebelumnya yang baru aja dicetak bulan September 2026 kemarin.
Produksi Kencang Nggak Nolong Ekspor
Penyebab utama stok numpuk ini karena produksi sawit di sana lagi deras-derasnya. Sayangnya, kencangnya produksi nggak diimbangi sama lonjakan ekspor yang sepadan. Akibatnya, barang sisa produksi numpuk begitu aja dan bikin investor panik.
Tapi lu jangan buru-buru ambil keputusan ekstrem dulu di portofolio saham lu. Data yang beredar sekarang kan baru sebatas estimasi dari survei.
Tunggu Tanggal Main 10 November 2026
Semua spekulasi pasar soal stok raksasa ini bakal segera terjawab pastinya. Malaysian Palm Oil Board atau MPOB dijadwalin bakal merilis data resmi persediaan CPO Malaysia untuk periode Oktober 2026 pada tanggal 10 November 2026 nanti.
Makanya, sabar dulu jangan asal cut loss atau FOMO beli. Pantengin terus pergerakan datanya minggu depan supaya lu nggak salah langkah di saham perkebunan sawit kesayangan lu.
