Harga Tembaga Ngamuk Dikit Terus Nyungsep Lagi, Ada Apa Nih
Buat lu yang suka mantengin market komoditas, pasti kemarin sempat kaget kan pas harga tembaga mendadak ngegas. Padahal, ujung-ujungnya malah ditutup flat doang di angka US$ 14.103,5 per ton pada hari Kamis kemarin. Biar nggak ketinggalan info, gw bakal bahas kenapa harganya sempat bikin jantungan.
Sempat Terbang Gegara Isu Kongo
Kemarin harga tembaga sempat naik tinggi sampai 1,8 persen ke level US$ 14.369,5 per ton. Semua itu gara-gara ada berita dari Reuters yang bilang kalau Republik Demokratik Kongo mau melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt. Otomatis pasar langsung panik karena takut stok global jadi langka.
Tapi kegembiraan para bulls nggak bertahan lama. Enggak lama sesudah berita itu nyebar, Ivanhoe Mines langsung ngasih klarifikasi. Operator tambang raksasa di Afrika itu bilang kalau berita Reuters salah besar. Faktanya, aturan larangan ekspor itu sebenarnya udah jalan hampir 10 tahun. Jadi ya nggak ada yang baru sebenarnya.
Masih Dekat Rekor Tertinggi
Meskipun sempat kena prank berita lama dan ditutup stagnan, posisi harga tembaga sebenarnya masih kuat banget. Posisinya cuma terpaut 2,9 persen aja dari rekor tertingginya di Januari 2026 kemarin yang sempat nyentuh US$ 14.527,5 per ton.
Kenapa Harga Tembaga Masih Tinggi
Menurut laporan Bloomberg, ada beberapa alasan kenapa harga komoditas ini masih betah di atas:
- Ada aksi borong atau stockpiling gede-gedean gara-gara takut ada tarif impor baru dari Amerika Serikat.
- Kondisi pasar fisik di luar AS makin ketat.
- Pengiriman barang ke AS dan China terus meningkat drastis.
Kesimpulannya, market tembaga ini emang sensitif banget sama isu geopolitik dan aturan negara produsen. Buat lu yang pegang saham emiten tembaga, tetap pantau berita luar negeri biar nggak salah langkah pas ambil keputusan.
