IHSG Longsor Parah, BEI Langsung Pasang Rem Darurat ARB Asimetris
Pernah nggak lu ngerasain porto kebakaran dalam dua hari berturut-turut? Wah, ini kejadian nyata yang bikin gempar. IHSG baru saja ngalamin koreksi tajam sampai minus 14,8 persen cuma dalam dua hari perdagangan. Penurunan gila-gilaan ini terjadi gara-gara MSCI ngeluarin wacana downgrade pasar Indonesia jadi standalone market. Panik kan lu pada?
BEI Turun Tangan Bikin Aturan Baru ARB Asimetris
Melihat pasar yang hancur lebur kayak nggak ada harapan, Bursa Efek Indonesia nggak tinggal diam. Demi nyelametin investor dari kepanikan massal, BEI resmi ngumumin penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB) jadi asimetris sebesar minus 7 persen. Aturan ini khusus buat saham dengan harga di atas 10 rupiah yang ada di pasar reguler dan tunai. Kebijakan darurat ini bakal berlaku mulai 19 Oktober sampai 31 Desember 2026.
Menurut pihak bursa, aturan baru ini sengaja dibuat biar kita semua punya waktu buat napas, mikir, dan ngevaluasi informasi yang ada. Jadi, keputusan investasi yang lu ambil nggak asal-asalan dan tetap sesuai sama kondisi fundamental ekonomi kita. Padahal sebelumnya, BEI udah punya rencana mau bikin batas ARB jadi simetris sama Auto Rejection Atas (ARA) mulai 1 Januari 2027. Tapi karena situasi darurat begini, ya terpaksa skema diubah lagi.
Manuver Baru BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Nggak cuma soal ARB, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik juga ngasih pengumuman penting pada Senin kemaren. Pihak bursa mutusin buat ngeluarin saham-saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Tujuannya jelas, supaya indeks harga saham gabungan kita tetap kredibel dan punya integritas tinggi.
Buat lu yang pegang saham-saham di daftar HSC, tenang aja, sahamnya masih bisa diperdagangkan kok. Bedanya, pergerakan harga saham-saham tersebut udah nggak bakal mangpang atau ngerusak grafik IHSG lagi. Selain itu, BEI juga bakal lebih ketat nampilin keterangan afiliasi buat pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen. Sayangnya, waktu ditanya soal hasil pertemuan sama pihak MSCI, Jeffrey masih nutup rapat informasi dan belum mau ngasih detail apa-apa.
