ITMG: Intip Proyeksi Kinerja Batu Bara Q2 2026, Ada Apa Aja Nih?
Manajemen Indo Tambangraya Megah (ITMG) barusan update proyeksi kinerja mereka di earnings call hari Senin (18/5). Banyak info penting nih buat para investor batu bara. Yuk, kita bedah bareng biar nggak ketinggalan!
Target Penjualan & Produksi Batu Bara
ITMG optimis banget sama pergerakan volume penjualan. Mereka prediksi volume penjualan batu bara di Q2 2026 bakal nyentuh angka 6,5 juta ton. Ini berarti ada kenaikan 3% QoQ dan 12% YoY, lumayan banget kan? Untuk total penjualan di semester pertama 2026 (1H26), ITMG menargetkan 12,8 juta ton, alias naik 9% YoY.
Komposisi penjualan juga menarik: 64% udah harga fix, 35% ngikutin indeks pasar, dan cuma 1% yang masih belum terjual. Selain itu, produksi batu bara di Q2 2026 juga diprediksi naik jadi 5,4 juta ton. Kenaikan 15% QoQ dan 6% YoY ini didukung ekspektasi cuaca yang lebih cerah, jadi bisa gaspol produksi!
Stripping Ratio: Tetap Tinggi demi Cuan
Buat stripping ratio alias perbandingan antara tanah penutup dan batu bara, ITMG memperkirakan angkanya di 10,4x untuk Q2 2026. Angka ini stay strong di level tinggi. Kenapa? Karena manajemen mau respons kenaikan harga batu bara dan juga optimalkan urutan penambangan (mining sequence) mereka. Intinya, biar cuan makin maksimal!
Harga Batu Bara dan Biaya Operasional
Kabar gembira buat harga batu bara! Indeks Newcastle sama ICI-3 per 15 Mei 2026 udah naik sekitar 14% dan 10% secara quarter-to-date. Harga lagi on fire nih di pasar global.
Namun, perlu diingat juga soal biaya. Biaya bahan bakar menyumbang sekitar 15-17% dari total biaya produksi ITMG. Kalo harga bahan bakar naik terus di level saat ini, dampaknya ke cash cost bisa nambah sekitar US$3/ton. Lumayan juga ya peningkatannya!
Strategi RKAB: Antisipasi Kuota Naik
Manajemen ITMG juga udah siap-siap buat potensi revisi naik kuota produksi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di pertengahan 2026. Mereka berupaya jaga persediaan batu bara di level yang aman (ample). Jadi, kalo jatah nambang dari pemerintah ditambah, ITMG langsung bisa tancap gas tanpa hambatan suplai. Ini strategi jitu buat ngejar target produksi kalau ada kesempatan.

