Berita Korporasi

Kinerja BBRI Agustus 2026: Laba Bulanan Turun Tapi Tren Aset Makin Sehat

Lu pasti penasaran gimana kabar emosi portofolio lu, terutama saham bank pelat merah kesayangan kita semua. Bank Rakyat Indonesia atau BBRI baru aja rilis data kinerja keuangan terbarunya. Biar nggak ketinggalan info, yuk intip gimana rapor si bank wong cilik ini di bulan Agustus 2026.

Laba Bersih Agustus 2026 Melambat Tipis

Berdasarkan laporan keuangan bank only, BBRI mencetak laba bersih sebesar Rp3,9 triliun pada Agustus 2026. Angka ini memang turun 3 persen dibanding tahun lalu atau secara YoY, tapi kalau dibandingin sama bulan sebelumnya alias MoM, sebenarnya ada kenaikan 16 persen.

Secara kumulatif selama delapan bulan pertama di 2026 atau 8M26, total laba bersih bank only udah terkumpul Rp34,8 triliun. Capaian ini tumbuh 7 persen secara YoY dan sudah setara dengan 59 persen dari estimasi konsensus 2026. Jadi, secara keseluruhan sebenarnya masih On Track sama target tahunan.

Penyebab Utama Kinerja 3Q26 Agak Seret

Kalau lu perhatiin, kinerja selama periode Juli sampai Agustus 2026 agak ngerem dibanding semester pertama kemarin. Laba bersih periode dua bulan tersebut turun 7 persen YoY, padahal di semester pertama kemarin sempat tumbuh 11 persen.

Penyebab utamanya ada di Cost of Funds atau biaya dana yang naik. Beban bunga melonjak 9 persen YoY karena BBRI jorjoran narik dana lewat deposito atau time deposits yang naik 15 persen sejak Juni 2026. Masalahnya, pertumbuhan kredit dan CASA malah cuma naik 1 persen aja. Gara-gara dinamika ini, Net Interest Margin alias NIM periode Juli-Agustus 2026 jeblok di bawah level 6 persen, padahal di semester pertama kemarin masih di kisaran 6,4 persen.

Kualitas Aset Makin Oke dan Aman

Di balik beban bunga yang bikin pusing, ada kabar baik dari sisi kualitas aset yang makin sejuk dipandang. Beban pencadangan atau provisi turun signifikan ke level Rp3,1 triliun, anjlok 11 persen YoY atau turun 14 persen secara MoM.

Credit Cost atau CoC juga ikutan turun ke level 2,6 persen. Kalau ditarik garis dari tiga bulan terakhir sejak Juni 2026, tren CoC ini konsisten turun terus. Sepanjang 8M26, rata-rata CoC ada di level 3,2 persen, lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu yang ada di 3,3 persen. Padahal, pertumbuhan kreditnya sendiri masih ngebut di angka 14 persen YoY. Tren penurunan biaya pencadangan ini juga kejadian di bank big cap lainnya.

Buat lu yang pegang saham BBRI, penurunan laba bulanan ini emang buah dari biaya dana yang lagi tinggi-tingginya. Tapi di sisi lain, risiko kredit macet kian terkendali karena pencadangan yang makin tipis. Tetap pantau terus pergerakannya dan atur strategi trading lu dengan bijak.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x