Kinerja Saham POWR Tergerus Pajak Padahal Bisnis Lagi Gacor
Buat lu yang pegang saham emiten kelistrikan, pasti pada merhatiin gerak-gerik PT Cikarang Listrindo Tbk atau yang punya kode saham POWR. Kinerja keuangan mereka sepanjang semester pertama tahun ini sebenarnya jalan mulus secara bisnis, tapi sayangnya harus kedodoran gara-gara urusan pajak. Biar nggak salah paham, lu harus tau detail laporan keuangannya di bawah ini.
Bisnis Inti Makin Gacor Tapi Kena Sentimen Pajak
Secara operasional, POWR sebenarnya lagi keren banget. Sepanjang kuartal kedua, laba usaha mereka melejit sampai US$36,4 juta atau naik 30 persen dibanding tahun lalu. Kalau ditotal selama semester pertama, laba usaha mereka tembus US$63,8 juta alias tumbuh 7 persen secara tahunan.
Masalahnya, laba bersih mereka malah nyungsep tipis. Pada kuartal kedua, laba bersih tercatat US$19,6 juta atau turun 14 persen secara tahunan, walau kalau dibanding kuartal sebelumnya masih naik 12 persen. Kalau ditotal, laba bersih semester pertama ada di angka US$37,1 juta atau turun 6 persen.
Penyebab utamanya bukan karena bisnisnya sepi, melainkan karena beban pajak yang mendadak melonjak 68 persen jadi US$18,4 juta. Manajemen bilang kalau lonjakan ini banyak disumbang sama pajak tangguhan akibat rupiah yang melemah. Selama rupiah masih loyo, beban kayak gini bakal terus ada.
Volume Penjualan Listrik Cetak Rekor Baru
Dari sisi jualan, POWR nggak ada obat. Volume penjualan listrik buat pelanggan industri sukses cetak rekor di angka 943 GWh pada kuartal kedua. Angka ini naik 14 persen dibanding tahun lalu. Penjualan ke PLN juga mulai pulih ke angka 165 GWh seiring pasokan gas yang udah normal setelah sempat terganggu sejak tahun lalu.
Satu hal yang menarik buat dicatat, porsi pelanggan dari sektor data center makin ngebut kontribusinya. Konsumsi listrik dari data center naik jadi 12 persen selama paruh pertama tahun ini, naik dari 9 persen di tahun sebelumnya dan cuma 6 persen di tahun 2024. Ini bukti kalau emiten ini mulai ketiban untung dari tren AI dan pusat data.
Beban Bahan Bakar Lebih Efisien
Kabar baiknya lagi, efisiensi biaya mereka kelihatan makin rapi. Kenaikan beban pokok pendapatan masih lebih pelan dibanding kenaikan pendapatan. Beban gas bumi turun jadi US$85,4 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$93,2 juta.
Kurangnya pasokan gas sempat diakalin sama mereka dengan beralih ke batu bara dan biomassa yang harganya lebih ramah di kantong. Hasilnya, total beban bahan bakar secara keseluruhan hampir nggak berubah alias cuma naik tipis 0,8 persen.
Jadi, buat lu yang mantengin saham POWR, penurunan laba bersih kemarin murni karena faktor non-operasional yaitu pajak dan kurs rupiah. Secara dapur pacu dan operasional, emiten ini masih sangat solid dan punya potensi bagus ke depannya.

