Kinerja UNTR Periode 8M26 Melandai, Alat Berat dan Batu Bara Kurang Gacor
Wah, emiten jagoan kita di sektor tambang, UNTR, baru aja ngasih update soal kinerja operasional mereka buat periode 8M26. Buat lu yang nyangkut atau lagi ngincer saham ini, lu wajib tau nih data terbarunya biar nggak salah langkah pas mau serok.
Penjualan Alat Berat Komatsu Turun
Kita mulai dari segmen jualan alat berat Komatsu ya. Selama periode 8M26 ini, volume penjualannya tercatat di angka 2.689 unit. Angka ini nunjukin penurunan sekitar 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Kalau dihitung-hitung, pencapaian ini baru 67 persen dari target 2026. Secara bulanan pada Agustus 2026 kemarin, penjualannya juga sempat nyusut 26 persen ke 296 unit. Agak lesu sih, tapi ya namanya juga siklus bisnis.
Volume Overburden dan Batu Bara
Pindah ke urusan tambang, volume overburden ada di angka 670,2 juta bcm, turun tipis 8 persen secara YoY tapi udah nutup 74 persen dari target tahun ini. Uniknya, secara bulanan volume overburden sempat melonjak naik sejak Oktober 2025 kemarin jadi 98,4 juta bcm.
Sayangnya, untuk urusan penjualan batu bara, kondisinya lagi kurang greget. Total penjualan batu bara kita cuma nyentuh 8,4 juta ton atau turun 19 persen. Penjualan batu bara termal dari PT Tuah Turangga Agung juga ikut turun ke level 4,8 juta ton atau anjlok 20 persen YoY. Baru sekitar 64 persen dari target yang keambil.
Bisnis Emas dan Nikel
Nah, buat sektor emas, penurunannya paling kelihatan nih. Volume penjualan emas anjlok parah sampai 74 persen secara YoY jadi 42 ribu oz aja. Tapi lu jangan panik dulu, ini karena tambang Martabe sempat setop dan baru aktif lagi pertengahan Mei 2026. Buktinya, pas Agustus 2026 kemarin, penjualan bulanan emasnya udah mulai bangkit lagi nyampe 10 ribu oz atau naik 11 persen secara MoM.
Terakhir, buat urusan nikel, UNTR berhasil jualan 1,1 juta wmt. Walau turun 26 persen dibanding tahun lalu, tapi secara target tahun 2026 ini udah ngebut banget sampai 88 persen. Lumayan kan buat nutupin sektor lain yang lagi loyo.
Kesimpulannya, kinerja UNTR emang kelihatan melandai di beberapa lini akibat berbagai faktor, tapi beberapa segmen kayak nikel dan pemulihan tambang emas mulai nunjukin tanda-tanda kehidupan lagi. Tetap pantau pergerakannya dan atur strategi uang dingin lu biar nggak boncos ya.

