Minyak Mentah Makin Ganas, Tembus US$92 Gara-Gara US dan Iran Panas Lagi
Buat lu yang pantengin market energi, siap-siap pasang sabuk pengaman. Harga minyak mentah Brent lagi-lagi nunjukin taringnya dengan nanjak sekitar 2 persen ke kisaran US$92,3 per barel pada Selasa sore. Kenaikan ini bukan cuma angin lalu, karena sehari sebelumnya pada Senin, harganya juga udah ngebut naik 1,3 persen.
Panasnya Konflik US dan Iran Bikin Market Deg-degan
Kenaikan harga si hitam manis ini jelas nggak lepas dari drama baru antara Amerika Serikat dan Iran. Tensi politik dua negara ini mendadak tinggi lagi dan bikin pasar global ketar-ketir. Masalah utamanya ada di jalur logistik energi krusial, yaitu Selat Hormuz. Kalau jalur ini terganggu, pasokan minyak dunia otomatis bakal tersendat parah.
Berdasarkan laporan Bloomberg, situasi makin memanas setelah Iran kedapatan nargetin pangkalan udara AS yang ada di Yordania. Untungnya, sistem pertahanan di sana sigap dan serangan rudal itu sukses dicegat sebelum bikin kerusakan besar.
Respons Donald Trump dan Prediksi Konflik Panjang
Dapat serangan kayak gitu, jelas bikin pihak Washington nggak tinggal diam. Presiden Donald Trump langsung ngasih sinyal keras pas diwawancara Fox News kalau AS bakal kasih respons tegas buat balasan serangan tersebut. Keadaan ini langsung bikin pelaku pasar cemas bakal terjadinya eskalasi militer yang lebih parah.
Nggak cuma bikin heboh politisi, para pengamat dari kalangan pejabat maupun mantan pejabat AS dan Iran juga prediksi kalau ketegangan ini bakal berlarut-larut sampai berbulan-bulan ke depan. Buat trader saham, sentimen geopolitik kayak gini wajib banget dipantau karena bakal langsung berdampak ke pergerakan emiten energi dan IHSG secara keseluruhan.
