Nasib Saham WIFI Usai Ditinggal Hashim Djojohadikusumo
PT Solusi Sinergi Digital Tbk dengan kode saham WIFI lagi bikin gempar pasar. Pasalnya, Hashim Djojohadikusumo dan Henny Santoso yang merupakan afiliasi dari Grup Arsari mendadak mundur dari posisi Komisaris Utama dan Direktur. Padahal, mereka baru aja jabat posisi itu sekitar 3 bulan sejak Juni 2026. Mundurnya mereka bikin banyak investor deg-degan soal kelanjutan nasib WIFI ke depannya.
Pengunduran diri ini belum tentu berarti Grup Arsari langsung lepas kepemilikan. Semua bakal kejawab di RUPSLB tanggal 21 Oktober 2026 nanti waktu pengumuman pengurus baru. Kalau yang gantiin bukan dari Grup Arsari, probabilitas mereka cabut dari konsorsium PT Investasi Sukses Bersama tentu terbuka lebar. Apalagi pengendali WIFI tetap dipegang oleh Tinawati, jadi kalau Grup Arsari keluar pun nggak perlu ada pengumuman khusus yang ribet.
Nasib Bisnis FWA dan Lonjakan Pendapatan WIFI
Di balik drama keluarnya petinggi Arsari, bisnis telekomunikasi WIFI sebenarnya nunjukin angka yang gila. Pendapatannya melonjak tajam sampai 450 persen jadi Rp1,28 triliun pada semester I 2026. Tapi lu harus tau, lonjakan ini lebih banyak didorong sama produk fiber optik mereka yaitu Starlite, yang jumlah pelanggannya naik 377 persen jadi 1,85 juta pengguna.
Sementara itu, bisnis Fixed Wireless Access atau FWA dengan brand Internet Rakyat (IRA) masih tanda tanya besar kontribusinya ke laba. WIFI udah mengantongi frekuensi 1,4 Ghz dan punya target ambisius 3 juta pelanggan FWA. Masalahnya, biaya izin awal dan frekuensi tahun pertama itu tembus Rp1,2 triliun. Kalau target 3 juta pelanggan nggak tercapai di tahun pertama, bisnis FWA malah berpotensi jadi beban yang ngerusak margin keuntungan WIFI.
Valuasi Saham WIFI dan Ekspansi Proyek Baru
Gara-gara ditinggal Hashim dan Henny, harga saham WIFI udah ambles sampai 55 persen sepanjang 2026. Buat lu yang hobi ngincer barang diskon, penurunan ini bikin Price to Book Value atau PBV WIFI sekarang ada di sekitar 1 kali. Angka itu jauh lebih murah kalau dibandingin sama emiten telco sekelas DATA, TLKM, atau ISAT yang PBV-nya udah nangkring di atas 1,8 kali.
Selain urusan FWA, WIFI juga lagi ngebut bikin konsorsium proyek kabel bawah laut sepanjang 6.870 km bareng INET, Fiberhome, Nokia, Sarana Global Indonesia, dan NTT. Pengendali WIFI juga gerak cepat dengan mengakuisisi DOOH yang nantinya ikut masuk ke kepemilikan INET buat main di sektor infrastruktur AI. Walau kelihatannya canggih, lu tetap harus hitung matang risiko dilusi dan seberapa besar porsi kepemilikan nyata WIFI di proyek-proyek jumbo tersebut sebelum memutuskan buat beli sahamnya.

