Catatan Jamet

Negara yg Tekor, Rakyat yg Top Up

Defisit anggaran kita udah tembus di angka 319 triliun rupiah atau sekitar 1,2 persen. Kalau lu liat di atas kertas, angka ini sebenernya masih aman banget karena batas undang-undang kita masih bolehin sampe 3 persen. Jadi cara nutupin tekornya ya mau nggak mau pake utang baru.

Logika Utang Negara yang Bikin Mikir

Pemerintah emang sengaja bikin anggaran defisit dengan alesan klasik. Harapannya, pertumbuhan ekonomi dari belanja negara bakal jauh lebih tinggi dibanding bunga utang yang harus dibayar. Jadi secara teori, negara tetep untung dan muterin roda ekonomi.

Tapi masalah utamanya bukan di angka persentasenya, bro. Masalah paling krusial ada di alokasi duitnya. Kalau dana paling gede justru dipake buat biayain proyek yang hasil ekonominya nggak jelas kayak program mercusuar atau bagi-bagi anggaran, ya ujung-ujungnya boncos.

Analogi Saham IPO yang Bikin Emosi

Ibarat kata, Indonesia ini kayak emiten yang baru IPO dengan valuasi selangit tapi kinerjanya zonk. Defisitnya dibikin by design biar keliatan produktif. Nah, investor utamanya siapa lagi kalau bukan kita sebagai rakyat.

Bedanya, kita sebagai rakyat nggak bisa cut loss atau Jual sahamnya. Mau nggak mau kita harus hold terus sambil terpaksa top up modal lewat potongan pajak bulanan dan berbagai pungutan lainnya. Yang ekonominya beneran tumbuh ya cuma segelintir orang itu-itu aja.

Kesimpulan Buat Portofolio Hidup Lu

Intinya, defisit APBN 1,2 persen emang masih aman secara regulasi. Tapi aman di atas kertas belum tentu efektif buat muterin roda ekonomi bawah. Kalau duit negara dipake buat hal yang nggak karuan terus hasilnya nihil, lama-lama rakyat kecil bisa kena margin call beneran.

Makanya, lu pada tetep harus melek finansial dan pantau terus kondisi makroekonomi kita sebelum portofolio hidup lu beneran rontok.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x