Saham DRMA Pamer Kinerja Apik di Kuartal Ketiga
Buat lu yang lagi memantau pergerakan emiten otomotif, ada kabar sedap nih dari Dharma Polimetal atau yang punya kode saham DRMA. Perusahaan ini baru saja merilis laporan keuangan terbarunya dan hasilnya lumayan bikin mata melek. Kinerja mereka di periode kuartal ketiga tahun ini tercatat ngebut banget.
Pendapatan dan Laba Bersih DRMA Kompak Naik
Sepanjang periode kuartal ketiga, DRMA sukses meraup laba bersih sebesar Rp196 miliar. Angka ini nunjukin pertumbuhan yang cukup gokil, yaitu naik 9 persen secara tahunan atau YoY, dan meroket hingga 42 persen kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya atau QoQ. Bikin sumringah kan buat para pemegang sahamnya.
Kalau ditotal dari awal tahun sampai kuartal ketiga ini, laba bersih emiten ini udah tembus di angka Rp479 miliar atau tumbuh 14 persen YoY. Pendapatannya juga nggak mau kalah, ikutan terbang ke angka Rp1,9 triliun pada kuartal ketiga kemarin. Kenaikannya tembus 20 persen YoY dan 21 persen QoQ. Jelas banget bisnis mereka lagi ngebul.
Mesin Motor dan Mobil Jadi Andalan
Lonjakan cuan tadi ternyata ditopang sama dua lini jagoan mereka, yaitu segmen roda dua dan roda empat. Penjualan di segmen motor naik 17 persen secara tahunan sampai nyentuh angka Rp1,2 triliun. Sementara itu, segmen mobil juga nggak mau ketinggalan dengan pertumbuhan 23 persen YoY yang bikin pendapatannya nambah jadi Rp449 miliar.
Walaupun pendapatan dan laba bersihnya keliatan hijau royo-royo, sebenarnya ada sedikit batu sandungan kalau kita lihat secara tahunan. Margin laba kotor DRMA sempat turun ke level 17,3 persen, padahal tahun lalu masih di 19,3 persen. Biaya bahan baku yang naik 25 persen jadi biang keladinya, ditambah lagi sentimen pelemahan rupiah yang bikin beban makin kerasa.
Margin Mulai Pulih secara Kuartalan
Tapi lu nggak usah panik dulu. Kalau kita bandingin secara kuartalan alias dari kuartal sebelumnya, margin laba kotor DRMA justru nunjukin pemulihan yang lumayan oke ke level 17,3 persen dari sebelumnya yang cuma 16,4 persen. Pemulihan ini paling kenceng disumbang sama segmen motor yang marginnya naik jadi 21,2 persen.
Sayangnya, segmen mobil malah agak seret karena marginnya turun tipis jadi 13,4 persen. Secara keseluruhan, fundamental DRMA masih keliatan kuat dan menarik buat dikoleksi kalau lu tipikal investor yang suka emiten sektor manufaktur otomotif. Pantau terus pergerakannya biar nggak ketinggalan momen.

