Saham NAYZ Mau Caplok Perusahaan Telekomunikasi, Aksi Apa Nih
Lu pada sadar nggak kalau emiten makanan bayi PT Hassana Boga Sejahtera Tbk atau yang punya kode saham NAYZ bikin gebrakan baru yang agak di luar nurul. Alih-alih fokus nambah produk bubur bayi, mereka malah mau masuk ke bisnis telekomunikasi dan solusi digital. Nggak tanggung-tanggung, langkah korporasinya langsung skala internasional bro.
Rencana Akuisisi Bangkok Tellink
Berdasarkan informasi yang gw pantau, NAYZ udah teken perjanjian bersyarat buat ngecengkeram 75 persen saham Bangkok Tellink Co. Ltd. Perusahaan ini bukan kaleng-kaleng karena mainnya di sektor telekomunikasi dan solusi digital. Menariknya lagi, saham itu dibeli langsung dari pengendali perseroan yaitu Saiko Consultancy Pte. Ltd.
Nilai transaksi maksimalnya juga nggak main-main, tembus di angka US$ 125 juta. Buat ukuran emiten yang dulunya dikenal lewat produk bayi, angka ini gede banget dan bikin banyak trader penasaran sama kelanjutan nasib fundamentalnya ke depan.
Skema Transaksi Pakai Rights Issue
Mungkin lu pada mikir, emangnya duit dari mana buat bayar segitu banyak. Nah, manajemen NAYZ nggak pakai kas tunai sepenuhnya buat ngejar akuisisi ini. Ada dua cara yang bakal ditempuh:
- Sebanyak 80 persen pembayaran bakal dilakukan lewat skema inbreng atau penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue.
- Sisa pembayaran kekurangannya baru bakal diselesaikan pakai cash atau tunai.
Tapi ingat ya, rencana ini belum sah jadi 100 persen. Masih ada beberapa syarat pendahuluan yang harus beres dulu. Salah satu yang paling penting tentu saja restu dari para pemegang saham lewat RUPS Independen.
Gimana Nasib Trader Saham NAYZ
Buat lu yang pegang saham NAYZ atau lagi ngincer buat masuk, berita kayak gini biasanya jadi sentimen dua arah. Di satu sisi, diversifikasi bisnis ke sektor digital kelihatannya keren dan futuristik. Tapi di sisi lain, lompatan jauh dari makanan bayi ke telekomunikasi bikin orang tanya-tanya soal sinerginya.
Saran gw sih, tetep pantau pergerakan harganya dan jangan FOMO asal HAKI. Tunggu sampai kejelasan RUPS dan kepastian rights issue-nya keluar biar duit lu nggak nyangkut di pucuk. Tetap atur risiko dan dyor sendiri sebelum keputusan beli atau jual dibuat.

