Saham VIVA Mau Konversi Utang Gede-gedean, Bakal Selamat Atau Malah Bikin Hancur
Buat lu yang sering mantengin layar saham, pasti udah nggak asing sama pergerakan saham lapis tiga yang suka bikin jantungan. Kali ini ada kabar panas dateng dari emiten media kepunyaan Bakrie Group, yaitu VIVA alias PT Visi Media Asia Tbk. Perusahaan ini bikin gebrakan yang nggak main-main buat menyelamatkan kondisi finansial mereka yang selama ini keliatan megap-megap.
Private Placement Jumbo Buat Bayar Utang
Berdasarkan keterbukaan informasi, VIVA punya rencana buat ngelakuin penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau yang biasa kita kenal sebagai private placement. Jumlahnya nggak tanggung-tanggung, bro. Mereka bakal ngebut cetak saham baru sampe sekitar 43,1 miliar lembar.
Tujuan utamanya jelas bukan buat ekspansi bisnis yang muluk-muluk, tapi buat melunasi utang segunung. Total utang yang mau dikonversi jadi saham ini nilainya tembus Rp1,7 triliun. Utang segede gaban itu nantinya bakal dialihkan ke pihak afiliasi mereka sendiri, yaitu PT Harta Abadi Jaya dan PT Jayakarta Sugih Makmur. Masalahnya buat investor ritel, aksi korporasi kaya gini punya dua sisi mata uang yang harus diwaspadai.
Dampak Dilusi Parah Buat Pemegang Saham Lama
Nah, ini nih bagian yang paling penting buat lu perhatiin sebelum decide mau beli atau cut loss. Karena ada miliaran saham baru yang dicetak dan dikasih ke pihak afiliasi, otomatis kepemilikan saham publik bakal kena imbasnya.
Dilusi yang bakal terjadi nggak tanggung-tanggung, bisa sampe 72,35 persen. Artinya, porsi kepemilikan lu di saham VIVA bakal tergerus parah banget. Istilah gampangnya, kue kepemilikan dibagiin ke lebih banyak orang, jadi jatah lu otomatis jadi ciut drastis.
DER Langsung Anjlok Drastis
Di balik ancaman dilusi yang bikin ngeri, sebenarnya ada kabar baik dari kacamata kesehatan finansial perusahaan. Manajemen VIVA ngeklaim kalau aksi konversi utang ini bakal bikin rasio utang mereka alias debt to equity ratio (DER) turun drastis.
Sebelum aksi ini, DER VIVA nongkrong di angka yang nggak sehat, yaitu 11,78 kali. Nah, setelah utangnya lunas dikonversi jadi saham, DER mereka diproyeksi bakal langsung nyungsep sehat ke level 1,86 kali. Utang berkurang drastis, beban bunga tahunan juga otomatis terpangkas.
Catat Tanggal RUPSLB
Semua rencana penyelamatan emiten ini tentu nggak bisa langsung jalan begitu aja. Manajemen VIVA bakal minta restu dari para pemegang saham lewat agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan bakal digelontorkan pada tanggal 17 November 2026.
Buat lu yang pegang saham VIVA, stay alert dan pantengin terus hasil RUPSLB nanti. Keputusan di dalam rapat bakal jadi penentu apakah saham ini bakal bangkit dari kubur atau malah makin tenggelam.

