Strategi Baru DEWA Bikin Cuan Atau Malah Bikin Pusing
Lu pada yang ngikutin saham tambang pasti udah nggak asing sama pergerakan PT Darma Henwa Tbk atau yang biasa dipanggil DEWA. Belakangan ini manajemen mereka habis ngadain earnings call dan ngasih tau beberapa update penting buat portofolio kita. Biar nggak ketinggalan kereta, mari kita bedah apa aja sih yang sebenarnya lagi disiapin sama si DEWA ini.
Penyebab Nilai Investasi DEWA Naik Drastis
Kemarin sempat ada pertanyaan dari market soal peningkatan nilai wajar investasi saham DEWA di kuartal kedua 2026. Usut punya usut, hal ini ternyata gara-gara investasi mereka di PT Pendopo Energi Batubara. Nilainya melonjak naik karena dolar Amerika Serikat lagi perkasa banget terhadap rupiah kalau dibandingin sama tahun 2020 pas penilaian terakhir dibuat.
Penilaian ulang ini kebetulan barengan sama pergantian auditor perseroan. Jadi, wajar kalau angkanya keliatan berubah drastis. Rencananya, penilaian kayak gini bakal diadain lagi secara berkala tiap tiga tahun sekali. Buat lu yang pegang sahamnya, info kayak gini penting dicatet biar paham kenapa laporan keuangannya bisa keliatan ijo royo-royo.
Proyek Tambang Baru Di Sebuku Sejaka Coal
Selain ngomongin valuasi investasi, manajemen DEWA juga bawa kabar gembira soal bisnis intinya. Mereka udah resmi mulai aktivitas pengeboran alias drilling di tambang milik PT Sebuku Sejaka Coal sejak awal Agustus 2026 ini. The real action has begun!
Nah, yang bikin menarik, cakupan kerjaan di Sebuku Sejaka Coal ini ternyata jauh lebih luas dibandingin garapan mereka sebelumnya di anak usaha BUMI kayak Arutmin Indonesia dan Kaltim Prima Coal. Kalau di tempat lain mungkin cuma fokus ke hal tertentu, di sini ruang lingkupnya komplet banget meliputi:
- Land clearing alias pembersihan lahan
- Maintenance infrastruktur tambang
- Pekerjaan blasting atau peledakan
- Overburden removal dan coal digging standar
Dampaknya Buat Pendapatan Perusahaan
Dengan kerjaan yang seabrek dan lebih kompleks itu, otomatis pendapatan per bcm alias per bone compacted metre bakal jadi lebih tinggi buat DEWA. Tapi lu harus tetap ingat rumus pasar, cuan gede belum tentu langsung bikin margin laba ikut naik secara otomatis karena biaya operasionalnya pasti juga ngikutin.
Intinya, langkah ekspansi operasional ini nunjukkin kalau DEWA nggak cuma diam aja ngandelin faktor kurs dolar. Buat trader yang suka analisa fundamental, perkembangan di Sebuku Sejaka Coal ini wajib banget dipantau terus tiap bulannya. Jangan sampai lu FOMO beli di atas tapi nggak tau sentimen aslinya di lapangan.

