Berita Korporasi

TOBA Dapat Guyuran Dana Jumbo 7 Triliun Lebih Buat Bisnis Sampah

Lu pada yang ngikutin saham pasti tau kalau emiten energi batubara sekarang lagi pada sibuk banting setir ke bisnis hijau. Nah, si TOBA atau PT TBS Energi Utama Tbk nggak mau ketinggalan. Kali ini mereka dapet kabar geger karena kedatangan investor jumbo dari luar negeri yang nggak main-main jumlahnya.

Komitmen Investasi Singkatnya Bikin Melongo

Gw dapet info kalau anak usaha TOBA, yaitu SBTH Asia Holdings Pte Ltd, bakal dapet komitmen investasi strategis sampai SG$555 juta. Kalau dirupiahin dengan kurs sekarang, nilainya tembus sekitar Rp7,8 triliun. Lu bayangin aja, angka ini setara sama 227 persen dari ekuitas konsolidasian TOBA per Juni 2026 kemaren. Gokil banget kan.

Investor yang masuk ini bukan kaleng-kaleng. Dananya berasal dari akun kelolaan HPS Investment Partners yang notabene adalah bagian dari BlackRock. Artinya, pemain kakap global percaya banget sama potensi bisnis yang lagi digarap sama TOBA.

skema transaksinya, SBTH Asia Holdings bakal menerbitkan saham preferen alias redeemable preference shares yang sifatnya non voting plus synthetic warrants. Eksekusinya bakal jalan bertahap dengan rincian:

  • Penyelesaian awal sebesar SG$125 juta
  • Primary tranche sampai SG$130 juta
  • Incremental primary tranche sampai SG$300 juta

Fokus Ekspansi dan Rencana RUPSLB

Duit sebanyak itu pastinya nggak bakal disimpen di bawah bantal. Gw baca dari rencana mereka, dana segar tersebut bakal dipake buat tancap gas ekspansi bisnis pengelolaan limbah di kawasan Asia Pasifik. Duitnya bakal dialokasiin buat belanja modal alias capex sama aksi korporasi buat ngakuisisi perusahaan lain.

Buat lu yang belom tau, si SBTH Asia Holdings ini emang megang beberapa pemain besar di sektor pengolahan sampah dan limbah medis. Di Singapura, mereka punya Cora Environment dan Asia Medical Enviro Services. Sementara di Indonesia, mereka juga megang PT Arah Environmental Indonesia yang ngurusin limbah medis, industrial, sampai rumah tangga.

Tapi ingat ya, rencana transaksi gede ini masih harus nunggu restu dari pemegang saham. TOBA bakal bawa agenda ini ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa alias RUPSLB yang dijadwalin tanggal 27 November 2026 besok. Kita pantau bareng-bareng apakah para pemegang saham bakal setuju atau ada drama apa nanti.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x