TPIA Borong Bisnis Otomotif Jardine di Singapura dan Malaysia
Gila emang si TPIA, nggak ada matinya. Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini bikin gebrakan baru yang bikin kaget pasar. Lewat anak usahanya, TPIA mau ngeborong bisnis dealer mobil terkenal Cycle & Carriage yang ada di Singapura sama Malaysia. Langkah gede ini dilakuin langsung dari induk usahanya, Jardine Cycle & Carriage.
Buat lu yang penasaran, nilai transaksinya nggak main-main. Angkanya tembus US$ 207 juta, ditambah lagi ada pembayaran bersyarat maksimal US$ 23 juta. Belum cukup sampai situ, TPIA juga bakal nanggung utang mereka sebesar US$ 260 juta. Total-total duit yang disiapin jelas nggak sedikit, bro, tapi kelihatannya TPIA udah punyahitungan matang buat ekspansi ini.
Profil Cycle & Carriage Yang Dibeli TPIA
Lu mungkin nanya-nanya, emang sebegitu kerennya sih si Cycle & Carriage ini? Jawabannya iya. Perusahaan ini bukan dealer ecek-ecek, tapi pemain besar yang pegang lebih dari 13 merek otomotif keren kayak Mercedes-Benz, Mitsubishi, sampe bus listrik Zhongtong buat wilayah Singapura dan Malaysia.
Catatan kinerjanya juga lumayan solid walaupun lagi agak goyang. Sepanjang tahun 2025 kemarin, mereka sukses jualan sekitar 6.500 unit mobil penumpang baru di Singapura dengan penguasaan pasar 12 persen. Cuma emang, kalau ngeliat laporan keuangan semester pertama 2026, kontribusi laba bersihnya agak ngedrop jadi US$ 12 juta akibat lesunya pasar otomotif di sana.
Alasan TPIA Mau Pindah Jalur
Pertanyaannya sekarang, ngapain perusahaan petrokimia kayak TPIA mendadak jualan mobil? Jawabannya simpel, diversifikasi. Selama ini kan cuan TPIA sangat tergantung sama naik turunnya siklus bisnis petrokimia yang terkenal bikin deg-degan. Makanya, mereka mutusin buat masuk ke bisnis mobilitas.
Manajemen TPIA pede banget kalau gabungan bisnis baru ini nantinya bakal nyumbang tambahan laba bersih sekitar US$ 150 sampe 200 juta tiap tahunnya. Belum lagi, mereka punya rencana busuk yang keren buat nyambungin ekosistem baru ini sama jaringan SPBU Esso yang udah mereka punya di Singapura. Jadi bisa saling cross-selling ke pelanggan.
Struktur dan Target Transaksi
Semua rencana sultan ini nggak dibiayai pakai uang jajan, sob. TPIA bakal dibantu sama fasilitas pinjaman dari Mizuho Bank buat mulusin aksi korporasi ini. Rencananya, seluruh proses transaksi jumbo ini bakal rampung paling lambat tanggal 28 Februari 2027 besok, tentu setelah beres urusan izin dari pihak prinsipal merek mobilnya.
Pasar sendiri tampaknya nyambut positif kabar ini. Buktinya, pas pengumuman ini keluar, pergerakan saham TPIA langsung ngebut dan ditutup nanjak 3,31 persen. Buat lu yang nyangkut atau lagi ngincer sahamnya, siap-siap pantau terus pergerakannya karena TPIA lagi agresif banget berubah jadi gurita bisnis baru.

