Volume Penjualan SMGR Naik Terus, Saatnya Serok atau Malah Nyangkut?
Buat lu yang portofolionya kemarin sempat merah gara-gara saham semen pada lesu, ada kabar lumayan adem nih dateng dari PT Semen Indonesia Tbk atau yang punya kode saham SMGR. Emiten satu ini kayaknya mulai nunjukin taring lagi setelah volume penjualannya kepantau ngegas di Juli 2026 kemarin.
Penjualan Domestik Ngebut, Pasar Masih Dikuasai
Gak tanggung-tanggung, volume penjualan semen SMGR bulan Juli 2026 kemarin naik sekitar 2 persen secara year on year. Kalau ditotal dari Januari sampe Juli alias 7M26, pertumbuhan penjualannya udah nembus angka 5 persen. Jauh banget bedanya dibanding periode yang sama tahun lalu yang malah minus 4 persen.
Penyebab utamanya karena pasar domestik lagi rame pembeli. Penjualan di dalam negeri naik sampai 8 persen selama tujuh bulan pertama tahun ini. Otomatis, market share SMGR tetap aman terkendali di kisaran 47 persen. Walaupun sedikit turun tipis dari tahun lalu yang sekitar 48 persen, tapi dominasinya masih kuat bro.
Ekspor Lagi Kurang Hoki
Tapi ya namanya juga investasi, pasti ada sisi yang kurang sedapnya. Buat urusan penjualan non-domestik alias ekspor, SMGR lagi agak seret. Penjualannya turun 4 persen. Biang keroknya karena ekspor dari fasilitas di Indonesia sendiri ambles 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Lemah banget emang permintaan luar negerinya.
Segmen Kantong dan Curah Kompak Hijau
Kalau kita intip dari jenis produknya, segmen semen kantong atau bag jadi juaranya dengan pertumbuhan 9 persen selama 7M26. Sementara itu, semen curah atau bulk juga gak mau kalah dan ikut tumbuh 5 persen. Artinya, proyek-proyek pembangunan dan renovasi rumah warga masih jalan terus.
Nah, dengan data-data yang lumayan ciamik ini, lu pada mau masuk nyicil beli saham SMGR atau masih mikir-mikir dulu nih? Tetap riset sendiri ya, jangan cuma ikutan FOMO.

