Wisatawan Asing Makin Rame, Saham Pariwisata Siat Cuan?
BPS Ngasih Data Baru, Turis Asing Tembus 1,6 Juta di Agustus 2026
Buat lu yang demen mantengin chart sambil nongkrong di warkop, ada info penting nih dari Badan Pusat Statistik. Bulan Agustus 2026 kemarin, jumlah bule alias wisatawan mancanegara yang melancong ke Indonesia beneran loncat tinggi. Angkanya nyampe sekitar 1,6 juta orang bro.
Kalau dihitung pakai bahasa analis sekuritas, itu artinya ada kenaikan sekitar 6,3 persen dibanding tahun lalu secara year on year. Kalau dibandingin sama bulan sebelumnya alias month to month, naiknya juga lumayan di kisaran 4,9 persen. Intinya, sektor pariwisata kita lagi gak sepi kayak portofolio lu pas nyangkut di pucuk.
Akumulasi 8 Bulan Tembus 10 Juta Lebih
Nggak cuma berhenti di bulan Agustus doang, kalau ditotal dari Januari sampe Agustus 2026 atau yang biasa disebut 8M26, turis asing yang dateng udah nyentuh angka 10,6 juta orang. Pertumbuhannya stabil di 5,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah sendiri pasang target kunjungan wisman di angka 16 sampe 17,6 juta orang sepanjang tahun 2026 ini. Artinya, pencapaian kita sejauh ini udah nutupin sekitar 60,1 sampe 66,1 persen dari target total. Masih ada beberapa bulan lagi buat ngejar sisa targetnya.
Saatnya Lirik Saham Hospitality dan Transportasi?
Data makro kayak gini mestinya jadi sinyal buat lu para trader ritel. Kalau turis makin banyak yang dateng, otomatis emiten hotel, maskapai penerbangan, sampe pengelola destinasi wisata bakal cipratan cuan. Pendapatan mereka berpotensi naik signifikan di kuartal ketiga ini.
Tapi ingat bos, jangan langsung FOMO HAKI alias Ha Jar Kiri tanpa analisis dulu. Cek laporan keuangan emiten pilihan lu, pantau pergerakan volume, dan pastikan lu masuk di area support yang cakep. Jangan sampe niatnya mau nyari cuan dari liburan turis, malah lu sendiri yang liburan panjang karena cut loss.
Gimana, lu udah mulai cicil saham sektor ini apa masih mikir-mikir? Tetap atur risiko dan jangan pake uang beras ya bro.
