PT Gunbuster Nickel Industry Tumbang, Dua Smelter Stop Operasi
Wah, ada berita kurang sedap nih buat lu pada yang mantengin sektor komoditas. PT Gunbuster Nickel Industry atau GNI yang selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa nikel di Indonesia mendadak bikin kehebohan. Perusahaan ini terpaksa menghentikan operasional di dua dari tiga smelter nikel yang mereka punya. Alasannya, mereka lagi berjuang hadapi krisis keuangan lewat proses penundaan kewajiban pembayaran utang alias PKPU.
Dampak Telak Buat Karyawan dan Produksi
Namanya juga perusahaan besar kalau lagi goyang pasti efeknya nggak main-main. Penghentian dua smelter ini diperkirakan bakal berdampak langsung ke sekitar 1.900 dari total 6.300 karyawan yang ada. Kebayang kan gimana pusingnya manajemen sekarang.
Buat bertahan di tengah badai, GNI mutusin buat tetep ngegas satu smelter aja bareng PLTU pendukungnya. Padahal, kapasitas produksi nickel pig iron mereka nggak kecil, tembus 1,8 juta ton per tahun. Kalau dua smelter mati, otomatis pemasukan perusahaan bakal seret parah.
Isu Kuota Produksi dan Bantahan Manajemen
Sebelumnya, sempat ada kabar dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia. Katanya, GNI masuk dalam daftar smelter yang loyo gara-gara pemangkasan kuota produksi bijih nikel di RKAB 2026. Tapi pihak manajemen GNI langsung pasang badan dan bilang kalau info itu nggak bener, dan ngeklaim operasional mereka waktu itu masih normal-normal aja.
Tapi sekarang fakta ngomong lain. Dengan adanya pengumuman stop operasi dua smelter ini, jelas kalau kondisi keuangan mereka emang lagi di ujung tanduk. Buat lu yang punya kepentingan di sektor pertambangan atau related stocks, tetep waspada dan cermati berita selanjutnya biar nggak salah langkah.
