MEJA: Saham Interior Mau Jadi Raja Batu Bara?
Akhir-akhir ini makin rame gw denger rumor MEJA (Harta Djaya Karya) bakal naik. Bener apa kagak? Nggak tau. Jadi anggap aja ini spekulasi/judi.
Bisnis MEJA sebenarnya interior dan furnitur. Masalahnya, bisnis existing lagi nggak bagus. Revenue turun, masih rugi, dan valuasinya juga nggak bisa dibilang murah kalau cuma lihat bisnis lamanya.
Tapi ceritanya MEJA lagi punya rencana transformasi jadi holding dan akuisisi 45% PT Trimata Coal Perkasa (TCP) senilai sekitar Rp1,6 triliun.
TCP punya konsesi sekitar 11.640 ha di Sumsel dengan resources sekitar 694 juta ton. Target produksi 2026 sekitar 1,5 juta ton.
Rencananya transaksi ini didukung rights issue 4Q26.
Nah, di sini letak judinya.
Kalau akuisisi sukses + rights issue lancar + penghasilan batu bara jalan, MEJA bisa berubah cerita total. Dari kontraktor interior yang rugi, jadi punya exposure ke bisnis batu bara.
Tapi kalau rights issue gagal, akuisisi molor, produksi nggak sesuai target, atau harga batu bara jeblok? Ya mampus nih saham. 😂
Kemarin beritanya MEJA melunasi fasilitas kredit BCA Rp3 miliar. Positif, tapi menurut gw ini bukan katalis utama. Cerita besarnya tetap Trimata Coal + rights issue.
Jadi MEJA ini bukan saham buat tidur nyenyak, lebih cocok disebut high risk high reward.
Jangan Asal Masuk Entar Tewas. 👀
https://investasi.kontan.co.id/news/harta-djaya-meja-lunasi-utang-kredit-modal-kerja-ke-bank-bca
