Inspirasi Investasi

Bedah Saham AKRA: Laba Naik, Tutup Gap MSCI, Terus Worth It Nggak Nih?

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) jadi salah satu saham yang udah sukses nutup gap down pas market kita sempat ngalamin crash gara-gara sentimen penurunan status pasar saham Indonesia ke Standalone oleh MSCI. Seru banget ngikutin pergerakannya karena dibarengi sama laporan keuangan yang kinclong. Terus, gimana nih prospek saham AKRA sekarang? Lu penasaran kan? Yuk kita ulas tuntas.

Review Kinerja AKRA September 2026

Pertama-tama, kita bedah dulu gimana performa keuangan AKRA sampai September 2026 kemarin. Hasilnya beneran solid, meskipun ada sedikit tekanan di bagian margin.

AKRA nyatetin pertumbuhan pendapatan sampai September 2026 sebesar 43,6 persen jadi Rp46,53 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bruto naik 30,5 persen ke angka Rp3,61 triliun, sementara laba bersih periode berjalan sukses terkerek 32,4 persen jadi Rp2,44 triliun.

Tapi, di balik pendapatan yang ngebut, beban pokok penjualan juga ikut melompat 44,9 persen jadi Rp42,92 triliun. Alhasil, margin bruto kita liat turun dari 8,54 persen jadi 7,76 persen.

Untungnya dari sisi beban usaha, kondisinya masih aman terkendali. Beban umum dan administrasi naik 36,2 persen jadi Rp912,1 miliar, tapi beban penjualan justru turun 22 persen ke Rp54,3 miliar. Total kedua beban ini cuma sekitar 2,08 persen dari pendapatan, lebih rendah dari 2,28 persen tahun lalu.

Hasil akhirnya, laba usaha tumbuh 29,8 persen jadi Rp2,71 triliun, walau margin laba usaha turun tipis dari 6,44 persen ke 5,82 persen. Laba bersih juga dibantu sama kenaikan penghasilan keuangan dan penurunan beban keuangan.

Kalau diliat dari lini bisnisnya, perdagangan dan distribusi masih jadi mesin utama pencetak uang buat AKRA, nyumbang sekitar 90,5 persen pendapatan segmen dan 69,3 persen laba segmen dengan margin 5,74 persen. Skalanya emang gede banget, tapi marginnya tipis, jadi volume penjualan sama efisiensi logistik bener-bener jadi penentu utama.

Sebaliknya, kawasan industri justru nawarin margin laba segmen paling tebal, nyampe 30,83 persen. Segmen logistik ada di angka 20,32 persen, dan pabrikan 16,68 persen. Walau kontribusi pendapatannya masih kecil, JIIPE punya potensi besar jadi sumber cuan baru lewat penjualan lahan dan utilitas buat para tenant industri.

Momentum harga minyak juga nggak kalah menarik buat dipantau. Belakangan ini harga minyak mentah Brent sempat nembus US$ 114 per barel, rekor tertinggi dalam lima bulan terakhir. Gangguan pasokan BBM di beberapa daerah juga bikin peluang penjualan BBM industri berpotensi makin moncer buat AKRA, asalkan mereka bisa terus jaga pasokan buat klien.

Prospek Ekspansi Bisnis dan Profitabilitas AKRA

Dari data keuangan tadi, ada dua poin penting yang perlu lu catet. Pertama, bisnis distribusi masih jadi tumpuan utama walau marginnya tipis. Kedua, kawasan industri dan energi nawarin peluang pertumbuhan dengan karakter cuan yang beda.

Artinya, buat jangka panjang, AKRA nggak cuma harus ngejar jualan BBM dan bahan kimia doang, tapi juga kudu ngebut ngebangun sumber pendapatan lain. Di sinilah proyek JIIPE dan ekspansi LNG main peran penting.

JIIPE Potensi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Fondasi ekspansi gas AKRA sebenarnya udah disiapin dari 2021 lewat PT Berkah Buana Energi (BBE) buat nyuplai gas pipa ke tenant di JIIPE, Gresik. Masuk 2023 sampai 2024, AKRA makin serius gandeng bp Gas & Power buat ngebangun fasilitas impor LNG dan terminal regasifikasi.

Kinerja keuangannya juga mulai keliatan nyata. Pendapatan segmen tanah kawasan industri di kuartal III/2026 melonjak 143,6 persen secara tahunan jadi Rp2,72 triliun. Pendapatan listrik dan utilitas JIIPE juga ikutan naik 47 persen secara kuartalan jadi Rp305 miliar.

Walau kontribusinya masih di kisaran 5 persenan, bisnis ini punya ruang tumbuh yang gede banget seiring makin banyaknya tenant yang masuk.

FSRU Buka Peluang Distribusi LNG Lebih Luas

Langkah ekspansi LNG AKRA makin garang lewat pembangunan floating storage regasification unit (FSRU) berkapasitas 170.000 meter kubik. Proyek garapan PT Andalanesa Energi Primer (AEP), joint venture AKRA sama BW Singapore ini punya nilai investasi sekitar Rp5,75 triliun, di mana AKRA pegang 49 persen saham dan target operasinya mulai pertengahan 2029.

Lewat FSRU ini, jangkauan pasar AKRA nggak cuma terpaku sama tenant di JIIPE aja, tapi bisa nyuplai industri lain di luar kawasan, termasuk wilayah Jawa Timur secara keseluruhan. Apalagi PLN Energi Primer Indonesia sempat proyeksi kebutuhan LNG bakal nembus 10 juta ton per tahun pada 2030 nanti.

Seberapa Besar Dampaknya ke Profitabilitas AKRA?

Menurut gw, dampak ekspansi LNG ini mesti dipetakan jadi dua tahap. Dalam jangka menengah, JIIPE bakal jadi tumpuan dekat buat ngehasilin duit dari penjualan lahan dan utilitas. Sementara itu, FSRU baru bakal berasa tajam setelah beroperasi tahun 2029 nanti.

Nilai investasi Rp5,75 triliun juga nggak bisa ditelan mentah-mentah sebagai beban utuh AKRA karena pake skema patungan. Kita mesti nunggu detail volume perdagangan LNG, tarif penyimpanan, sampai kontrak riilnya nanti pas udah jalan.

Apakah Saham AKRA Masih Menarik Setelah Naik 25 Persen?

Jawabannya, menurut gw pribadi sih masih menarik. Penguatan harganya lumayan signifikan pasca ngebentuk pola V-shape, bikin saham AKRA punya peluang balik lagi ke fase uptrend. Tapi inget, harga sekarang bukan best price buat lu langsung HAKI.

Lebih enak nunggu retracement turun dulu ke area support terdekat di MA200 sekitar 1370 sampe 1320. Kalau area demand itu diuji dan mantul, peluang buat re-entry jadi jauh lebih aman. Tetap waspada juga sama potensi dead cat bounce kalau tiba-tiba harganya ambles nembus support.

Secara valuasi, PBV AKRA saat ini ada di level 2,21 kali, masih di bawah rata-rata lima tahunnya yang di angka 2,38 kali. Ruang buat naik ke harga wajar masih ngebuka lebar, walau volatilitas market lagi tinggi-tingginya.

Saran gw, masuknya pake strategi cicil bertahap aja biar dapet harga average bawah yang enak buat nambang cuan.

Gimana, menurut lu sendiri sekarang udah waktunya serok saham AKRA atau masih mau wait and see dulu di pinggir lapangan?

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x