Bos Nikel China Kompak Kurangi Produksi di Indonesia Demi Dongkrak Harga
Buat lu yang sering mantengin saham komoditas, khususnya yang berbau nikel, pasti udah tau kan kalau harganya belakangan ini agak nelangsa. Nah, baru-baru ini ada kabar segar dari negeri tirai bambu yang bikin angin segar buat pasar nikel global.
Raksasa Nikel China Ambil Langkah Drastis
Berdasarkan laporan dari Bloomberg, deretan produsen nikel besar asal China sepakat buat ngerem laju produksi mereka di Indonesia. Nama-nama besarnya nggak main-main, bro. Ada Tsingshan, GEM, Huayou Cobalt, sampai Lygend yang mutusin buat pangkas output di smelter mereka.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Mereka, para bos besar itu, udah gerah liat harga nikel yang terus merosot. Makanya, mereka bikin kesepakatan bersama buat nahan penurunan harga dengan cara ngurangin pasokan ke pasar.
Detail Pemangkasan Produksi Nikel
Buat lu yang penasaran seberapa parah pengurangan jatah produksi ini, datanya cukup masif. Ada dua produk utama yang kena imbas kebijakan ini:
- Produksi MHP alias mixed hydroxide precipitate dipangkas gede-gedean sampai 50 persen.
- Produksi NPI atau nickel pig iron diturunkan sekitar 20 persen.
Pengurangan drastis ini jelas bakal bikin suplai nikel global agak ketat dalam waktu dekat. Kalau barang di pasar mulai langka, hukum ekonomi biasanya bakal main dan bikin harga naik lagi.
Respon Pasar Langsung Positif
Nggak butuh waktu lama buat pasar neksreaksi atas kabar pemangkasan ini. Begitu berita ini nyebar, harga nikel langsung tancap gas di bursa berjangka.
Tercatat di London Metal Exchange, harga nikel langsung terbang sekitar 0,9 persen dan nembus kisaran US$15.662 per ton. Walaupun keliatannya cuma naik tipis, tapi buat ukuran komoditas, sinyal hijau ini penting banget buat nahan mental investor biar nggak pada panic selling.
So, apakah ini saatnya buat serok saham pertambangan nikel lagi? Lu tetep harus riset sendiri ya, jangan cuma ikutan FOMO doang!
