BUMI Cuan Tebal di Q2 2026, Emang Boleh Sehijau Ini?
Lu pada yang ngikutin saham sejuta umat pasti penasaran kan sama kabar terbaru dari emiten batu bara satu ini. Yap, PT Bumi Resources Tbk alias BUMI baru aja merilis laporan keuangan tengah tahun Q2 2026 dan hasilnya lumayan bikin mata melek. Nggak tanggung-tanggung, laba bersih mereka melonjak tajam bro.
Laba Bersih BUMI Ngebut Sepanjang 1H26
Buat kuartal kedua 2026, BUMI sukses nyatet laba bersih sebesar US$ 35 juta. Angka ini naik lumayan jauh dibanding kuartal sebelumnya yang cuma US$ 24 juta, apalagi kalau dibandingin sama Q2 tahun lalu yang cuma dapet US$ 3 juta doang. Kalau ditotal dari awal tahun alias semester pertama 1H26, laba bersihnya udah nembus US$ 59 juta. Jauh banget kan dari periode yang sama tahun lalu yang cuma US$ 20 juta.
Lonjakan ini kebantu banget sama performa bisnis batu bara utamanya yang makin ngegas. Pendapatan dari segmen batu bara naik 19 persen secara kuartalan dan meroket 52 persen secara tahunan. Belum lagi kontribusi dari PT Kaltim Prima Coal yang ikut naik gila-gilaan sampai 80 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Ditekan BRMS, Tapi Jangan Panik Dulu
Meskipun secara angka keliatan keren, kinerja BUMI sempat keseret sama anak atau afiliasi usahanya yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk alias BRMS. Akun profit before minority interest sempat tertekan 24 persen karena rugi dari BRMS akibat konsolidasi laporan keuangan, padahal kepemilikan efektif BUMI di sana cuma sekitar 20 persen per Juni 2026.
Tapi lu nggak usah langsung lemes. Kalau lu jeli baca laporan keuangan, lu harusnya ngeliat ke bagian profit after minority interest. Kenapa? Karena bagian itu udah dinormalisasi dari dampak kepentingan non pengendali. Hasilnya, porsi kerugian BRMS yang bener-bener jadi beban BUMI cuma sekitar US$ 0,9 juta aja atau cuma 3 persen dari total laba bersih BUMI di Q2 2026. Kecil banget kan.
Faktor Pendorong Lainnya Selama 1H26
Selain bisnis batu bara yang makin solid, pertumbuhan laba bersih BUMI sepanjang paruh pertama tahun ini juga disokong sama beberapa hal lain:
- Pendapatan segmen batu bara naik 37 persen secara tahunan.
- Kontribusi PT Kaltim Prima Coal melonjak 205 persen secara tahunan.
- Beban kerugian dari penjualan dan impairment aset turun drastis jadi cuma US$ 0,01 juta aja.
Sayangnya, sampai artikel ini digarap, pihak manajemen BUMI emang belum ngerilis data operasional resmi buat periode Q2 2026. Tapi dengan catatan laba yang udah sekeren itu, mestinya para holder bisa bernapas lebih lega. Tetap riset mandiri ya bro, jangan cuma FOMO ikutan beli.

