Berita Korporasi

BUVA Mau Rights Issue Gede, Siapin Mental Buat Ditebus atau Dilepas?

Lu pada yang ngikutin saham perhotelan pasti udah nggak asing sama PT Bukit Uluwatu Villa Tbk alias BUVA. Emiten satu ini baru aja ngasih update soal rencana rights issue yang sebelumnya udah disetujuin pas RUPSLB tanggal 26 Februari 2026. Nggak tanggung tanggung, dana yang diincer tembus sekitar Rp1,5 triliun dari pelepasan 6,2 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp250 per lembar.

Buat rasionya, tiap pemegang 4 saham lama bakal dapet 1 rights. Tapi lu harus ingat, bakal ada efek dilusi sampai 20 persen buat yang nggak ikut nebus. Jadi, sebelum lu putusin mau serok atau diem aja, kenali dulu arah penggunaan dana segar ini.

Mau Dibawa ke Mana Duit Rp1,5 Triliun Ini?

Manajemen BUVA nggak main main dalam mengalokasikan dana hasil rights issue ini. Berdasarkan keterbukaan informasi, duitnya bakal dipakai buat:

  • Penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai buat akuisisi PT Royal Uluwatu Residence plus proyek West Resort di Uluwatu.
  • Pelunasan dipercepat buat seluruh pokok utang pembiayaan.
  • Pembangunan infrastruktur proyek Uluwatu Estate dan renovasi Alila Ubud.
  • Penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa buat kembangin kawasan wisata terpadu di Lagoi, Bintan.

Keliatannya ekspansi mereka masif banget di sektor pariwisata dan perhotelan. Utang juga mau dilunasin biar neraca keuangan keliatan lebih sehat.

Komitmen Pengendali dan Deretan Pembeli Siaga

Kabar baiknya, pengendali BUVA yaitu PT Nusantara Utama Investama udah komit buat eksekusi 2,4 miliar rights dari total sekitar 3,8 miliar hak yang mereka punya. Artinya, pihak pengendali masih pegang keyakinan sama masa depan emiten ini.

Selain itu, aksi korporasi ini juga udah dipagari sama beberapa pembeli siaga yang siap menampung sisa saham kalau sepi peminat:

  1. PT Henan Putihrai Sekuritas maksimal Rp100 miliar.
  2. PT Tata Tirta Datun maksimal Rp350 miliar.
  3. Hapsoro maksimal Rp100 miliar.
  4. Ferry Sudjono maksimal Rp388,6 miliar.

Catat Jadwal Pentingnya

Buat lu yang pengen ikutan tebus atau sekadar cari cuan dari pergerakan harga sahamnya, catat tanggal mainnya biar nggak ketinggalan kereta:

Cum rights di pasar reguler dan negosiasi bakal jatuh pada 24 September 2026. Sementara itu, periode perdagangan dan pelaksanaan rights dijadwalkan pada tanggal 1 sampai 14 Oktober 2026.

Pikirin baik baik sebelum masuk, sesuaikan sama profil risiko lu sendiri. Jangan sampai duit jajan lu malah nyangkut gara gara ikutan FOMO doang.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x