Kabar Pasar

Defisit Transaksi Berjalan Makin Bengkak, IHSG Mau Dibawa ke Mana

Lu pada sadar nggak sih kalau akhir-akhir ini ekonomi makro kita lagi agak kurang sehat. Bank Indonesia baru aja ngerilis data terbaru soal defisit transaksi berjalan atau current account Indonesia di kuartal dua 2026 yang ternyata melonjak drastis.

Defisit Makin Lebar, Dompet Negara Keteteran

Buat lu yang doyan mantengin fundamental sebelum beli saham, berita ini wajib banget dicatat. Menurut data BI, defisit transaksi berjalan kita melonjak dari US$3,6 miliar di kuartal pertama 2026 jadi US$12,5 miliar di kuartal kedua 2026. Angka ini jauh lebih parah dari perkiraan konsensus Bloomberg yang tadinya masang di angka sekitar US$11,5 sampai US$11,7 miliar.

Penyebab utamanya klasik banget, yaitu impor minyak yang naik gila-gilaan gara-gara harga minyak mentah dunia lagi tinggi. Akibatnya, rasio defisit transaksi berjalan terhadap PDB kita ikut membengkak ke level 3,3 persen, padahal di kuartal sebelumnya cuma di kisaran 1 persen aja.

Outlook Ekonomi Direvisi, Neraca Pembayaran Masih Merah

Sebelumnya di Rapat Dewan Gubernur April 2026, BI sebenarnya udah ngerevisi outlook defisit current account buat sepanjang tahun 2026 ini ke kisaran 0,5 sampai 1,3 persen terhadap PDB. Proyeksi ini naik dibanding perkiraan awal yang ada di kisaran 0,1 sampai 0,9 persen.

Tapi di sisi lain, ada sedikit angin segar dari neraca pembayaran atau balance of payments. Neraca pembayaran kita tercatat defisit US$0,9 miliar pada kuartal dua 2026. Angka ini mendingan kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya yang defisitnya sampe US$9,1 miliar.

Apa Pengaruhnya Buat Saham Kita

Buat trader dan investor ritel kayak kita, kondisi kayak gini nggak boleh dianggap remeh. Defisit yang melebar bisa bikin rupiah tertekan dan bikin BI mikir ulang soal arah suku bunga. Kalau rupiah melemah terus, saham-saham emiten yang bahan bakunya banyak impor atau punya utang dalam mata uang dolar bakal kena sentimen negatif.

Saran gw, lu pada tetep strict sama manajemen risiko. Jangan asal FOMO beli saham tanpa ngeliat gimana kondisi makroekonomi kita sekarang. Tetap pantau pergerakan market dengan kepala dingin biar duit lu nggak nyangkut di pucuk.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x