Inspirasi Investasi

Drama Dividen Interim UNTR dan ASGR Ditunda Bikin Gempar

Ramai banget di luaran sana pas PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) kompak ngumumin penundaan pembagian dividen interim mereka. Padahal, pengumuman jadwal awalnya baru aja disebar sehari sebelumnya. Bikin kaget kan, ada apa sebenarnya sama dua emiten grup Astra ini?

Kenapa Dividen Interim UNTR dan ASGR Bisa Ditunda?

Usut punya usut, masalah utamanya ada di tingkat payout ratio dividen yang kelewatan batas dibandingin sama laba bersih perusahaan. UNTR mau bagi dividen interim dengan payout ratio tembus 167,73 persen dari laba bersih per Juni 2026. Malah lebih parah lagi, ASGR pasang payout ratio sampai 289 persen dari laba bersih semester pertama tahun ini.

Hal kayak gini tuh sebenarnya pernah kejadian sebelumnya di saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) pada tahun 2023 lalu. Waktu itu PBSA juga sempat ngumumin dividen interim yang besarnya melebihi laba bersih per saham di laporan keuangan yang jadi dasarnya. Padahal, aturan bursa udah jelas ngelarang pembagian dividen interim yang angkanya lebih gede dari laba bersih di laporan keuangan acuan.

Tapi tenang dulu buat lu yang udah ngarep cuan dividen. Kasus PBSA kemarin buktinya dividen nggak batal total kok, cuma diundur aja jadwalnya sampai laporan keuangan periode berikutnya rilis dan angkanya nutup.

Sinyal Laba UNTR dan ASGR Bakal Meroket Tajam?

Pertanyaannya sekarang, kenapa berani banget ngasih dividen jumbo kalau labanya belum nyampe? Apakah ini tanda kalau kinerja laba bersih UNTR dan ASGR bakal ngamuk alias meroket di kuartal III 2026?

Kalau ngeliat dari kasus PBSA sebelumnya, lonjakan dividen itu kejadian karena emang ada kenaikan laba bersih yang gila-gilaan di akhir tahun. Nah, untuk UNTR, tambahan laba dibutuhkan biar kumulatifnya nutupin angka dividen. Kinerja UNTR diprediksi terbantu dari bisnis panas bumi yang makin stabil plus pemulihan kontrak tambang batu bara dan alat berat.

Bedanya, ASGR keliatan lebih anomali karena mau bagi dividen Rp297 per saham padahal laba per Juni 2026 cuma sekitar Rp102 per saham. Kalau dihitung dari backlog pendapatan dan potensi proyek berjalan, emang ada potensi masuknya cuan tambahan. Tapi kalau dihitung kasar pakai margin keuntungan normal, angka labanya kayaknya masih agak berat buat nutupin dividen jumbo itu tanpa adanya pendapatan spesial di luar kebiasaan.

Strategi Buat Saham UNTR dan ASGR

Terus kalau harganya lagi gonjang-ganjing begini, enaknya ngapain? Buat saham UNTR, kalau harganya koreksi turun ke area Rp21.000 sampai Rp23.000, kelihatannya lumayan menarik buat mulai dilirik cicil beli.

Sementara itu buat ASGR, gerakannya agak ngeri-ngeri sedap karena volatilitasnya ketinggian. Buat lu yang tipenya cari aman, mending wait and see dulu deh, tunggu sampai laporan keuangan terbarunya keluar dan semua asumsi pendapatan spesialnya beneran valid kejadian.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x