Berita Korporasi

Kinerja Saham CPIN Melesat Bikin Dompet Tebal

Lu pada yang demen ngoleksi saham emiten unggas pasti udah gak asing lagi sama Charoen Pokphand Indonesia. Yap, emiten dengan kode CPIN ini baru saja pamer kinerja keuangan yang lumayan bikin senyum-senyum sendiri. Laba bersih mereka meroket tajam dan sukses bikin analis pasar manggut-manggut karena sesuai ekspektasi.

Capaian Laba Bersih CPIN Bikin Girang

Sepanjang kuartal ketiga tahun ini, CPIN sukses mengantongi laba bersih tembus angka Rp1,5 triliun. Angka ini naik gila-gilaan sekitar 30 persen dibanding kuartal sebelumnya, dan naik tipis 1 persen secara tahunan. Kalau ditotal dari awal tahun sampai kuartal ketiga alias selama sembilan bulan, laba bersihnya udah nyentuh Rp5,2 triliun atau melonjak 54 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini bahkan udah nutup sekitar 80 persen dari estimasi konsensus setahun penuh.

Gw nilai pencapaian ini emang masuk akal banget. Soalnya, fondasi keuangan mereka udah keliatan kuat sejak paruh pertama tahun ini. Jadi wajar kalau hasilnya sekarang bikin portofolio lu keliatan makin hijau.

Penyebab Laba CPIN Bisa Terbang

Apa sih rahasianya laba CPIN bisa ngebut? Jawabannya ada di segmen ayam broiler dan DOC. Harga ayam di pasaran kepantau rebound alias naik lagi, yang otomatis bikin bisnis mereka berputar kencang. Berkat hal itu, margin laba kotor mereka terdongkrak naik ke level 17,2 persen. Jauh lebih baik dibanding kuartal sebelumnya yang cuma 12,8 persen.

Nggak cuma laba kotor, margin laba usaha juga ikutan nanjak ke posisi 10,7 persen dari sebelumnya yang cuma 6,6 persen. Intinya, jualan ayam lagi manis-manisnya buat emiten satu ini.

Tantangan di Segmen Pakan Ternak

Di balik kabar bahagianya, ada sedikit catatan nih buat bisnis pakan alias feed milik CPIN. Penjualan pakan pada kuartal ketiga sebetulnya masih naik ke angka Rp15,9 triliun, tumbuh 4 persen secara kuartalan dan 28 persen secara tahunan.

Tapi, kalau lu lihat lebih jeli, EBIT atau laba operasional segmen pakan justru turun jadi Rp923 miliar. Margin EBIT-nya juga ikut nyungsep ke 5,8 persen dari sebelumnya 8,1 persen. Hal ini nandain kalau CPIN masih keteteran buat mindahin beban kenaikan harga bahan baku seperti jagung dan bungkam kedelai ke harga jual rata-rata ke konsumen. Tapi overall, kinerja CPIN masih sangat solid buat dikoleksi.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x