Berita Korporasi

Kinerja Saham JPFA: Laba 3Q26 Naik Kuartalan Tapi Masih Di Bawah Ekspektasi

Buat lu yang pegang saham Japfa Comfeed Indonesia atau JPFA, ada kabar terbaru nih soal laporan keuangan mereka per kuartal ketiga 2026. Secara angka, emang keliatan ada perbaikan dari kuartal sebelumnya, tapi kalau lu cek lebih teliti, hasilnya ternyata masih agak kurang dibandingin ekspektasi pasar. Yuk kita bedah pelan-pelan biar lu nggak salah langkah.

Rincian Kinerja Keuangan JPFA 3Q26

Sepanjang periode Juli sampai September 2026 kemarin, JPFA sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp756 miliar. Angka ini naik 15 persen kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya (QoQ). Tapi, kalau lu bandingin secara tahunan (YoY), laba bersih ini justru merosot 36 persen. Jadi kalau dihitung secara kumulatif selama 9 bulan di tahun 2026 (9M26), total laba bersihnya udah nyampe Rp3,2 triliun atau tumbuh 34 persen YoY.

Masalahnya, pencapaian 9M26 ini baru memenuhi 69 persen dari estimasi konsensus untuk setahun penuh. Padahal, rata-rata historis dalam 3 tahun terakhir biasanya mereka bisa nyampe 77 persen. Artinya, kinerja mereka agak meleset dari target abang-abang analis pasar.

Dibalik Kenaikan Laba Kuartalan JPFA

Kenapa laba bersih bisa naik secara kuartalan? Jawabannya ada di bagian laba usaha yang melonjak 30 persen QoQ jadi Rp1,5 triliun. Margin laba usahanya juga ikut terkerek naik ke level 7,6 persen, lebih baik dari kuartal sebelumnya yang cuma 6,3 persen.

Pahlawan utamanya ada di segmen commercial farm yang berhasil bangkit dari kubur. Segmen ini sukses cetak EBIT Rp438 miliar, berbalik drastis dari 2Q26 yang sempat rugi Rp496 miliar. Hal ini sangat terbantu sama harga ayam broiler di pasaran yang lagi naik.

Tantangan di Segmen Pakan dan Beban Utang

Meski segmen peternakannya lagi gacor, cerita berbeda justru datang dari segmen pakan ternak atau animal feeds. Pendapatannya emang naik jadi Rp11,9 triliun, tapi EBIT-nya malah turun jadi Rp810 miliar karena marginnya menyusut ke 6,8 persen.

Kondisi ini nunjukin kalau JPFA belum sepenuhnya kuat buat mindahin beban kenaikan harga bahan baku kayak jagung dan bungkil kedelai ke harga jual rata-rata mereka. Ditambah lagi, laju laba bersih mereka ketahan sama beban keuangan yang melonjak drastis jadi Rp366 miliar. Lonjakan ini utamanya disumbang sama beban bunga yang naik jadi Rp353 miliar seiring total utang berbunga perusahaan yang membengkak jadi Rp19,3 triliun per September 2026.

Gimana bro, masih mau serok saham JPFA dalam waktu dekat, atau mau wait and see dulu nih? Tetap cermati pergerakannya ya!

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x