Kontrak Baru PTPP Anjlok 39 Persen, Masih Kuat Nggak Nih Buat Nyangkut?
Buat lu yang demen mantengin saham pelat merah, pasti udah pada tau dong kabar terbaru dari PT PP Persero Tbk atau PTPP. Emiten konstruksi satu ini baru aja ngasih update soal perolehan kontrak baru mereka selama delapan bulan pertama tahun 2026 atau 8M26. Masalahnya, angka yang dicetak bikin jidat berkerut karena turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Rincian Kontrak Baru PTPP Periode 8M26
Selama periode 8M26 kemaren, PTPP cuma bisa ngebungkus nilai kontrak baru sebesar Rp9,3 triliun. Kalau lu bandingin sama periode yang sama tahun lalu, angka ini ngalamin koreksi alias terjun bebas sampe 39,1 persen secara year-on-year. Padahal kalau dihitung-hitung, pencapaian ini baru sekitar 42,3 persen dari total target yang dipatok PTPP buat sepanjang tahun 2026 di angka Rp22 triliun.
Ketinggalan jauh kan targetnya? Makanya banyak trader ritel yang mulai deg-degan, sanggup nggak ya ni emiten ngejar sisa target di sisa tahun berjalan.
Dominasi Proyek Pemerintah dan Jalan Tol
Meskipun secara total nilai kontraknya loyo, kalau kita intip dari asal sumber dananya, ternyata proyek pemerintah masih jadi penyelamat utama. Nih rinciannya:
- Proyek pemerintah mendominasi dengan porsi paling besar yaitu 66 persen.
- Proyek swasta mengekor di posisi kedua dengan sumbangsih sebesar 18 persen.
- Proyek BUMN nutup sisa kue kontrak baru di angka 16 persen.
Sementara itu kalau kita bedah berdasarkan lini bisnisnya, sektor jalan dan jembatan jadi primadona yang paling banyak nyumbang cuan buat PTPP dengan persentase 38 persen. Disusul sama lini bisnis gedung sebesar 18 persen, terus proyek smelter dan pertambangan di angka 16 persen.
Gimana Prospek Saham PTPP Selanjutnya?
Buat lu yang nyangkut atau lagi ngincer saham PTPP, mesti lebih jeli baca pergerakan market. Kontrak baru yang turun emang bikin sentimen agak berat buat jangka pendek. Tapi di sisi lain, dominasi proyek infrastruktur pemerintah kayak jalan dan jembatan tetep ngasih napas buatan buat kelangsungan bisnis mereka.
Pokoknya tetep pasang strategi manajemen risiko yang ketat. Jangan asal FOMO masuk barang cuma karena harganya lagi murah, tapi pastikan lu tau kapan harus cut loss atau take profit biar duit lu nggak ikutan nyangkut lama di proyek mangkrak.

