Produksi Nikel 2026 Diramal Tembus 290 Juta Ton, Senggol Dong RKAB!
Lu pada yang suka nangkring di saham komoditas, siap-siap pantau pergerakan emiten nikel ya. Kementerian ESDM baru aja ngasih bocoran kalau produksi bijih nikel Indonesia bakal ngebut di tahun 2026 besok. Angkanya nggak main-main, diproyeksi bakal tembus di angka sekitar 290 juta ton.
Yang bikin seru buat dibahas, angka proyeksi ini ternyata lebih tinggi dari kuota yang udah dipatok di dalam RKAB 2026. Kemarin, pihak ESDM lewat Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Cecep Mochammad Yasin, bilang kalau kuota RKAB 2026 cuma di kisaran 260 sampai 270 juta ton doang. Wah, bakal over target nih kelihatannya.
Kenapa Bisa Lebihin Kuota RKAB?
Buat lu yang penasaran kenapa angkanya bisa nembus target RKAB, semua ini dihitung matang sama pemerintah dengan melihat rata-rata produksi harian sampai kuartal ketiga tahun 2026 nanti. Jadi, perhitungannya emang berdasarkan realisasi di lapangan yang emang agresif.
Kalau kita bandingin sama tahun sebelumnya, produksi 2025 kemarin bahkan sempat nyentuh angka sekitar 320,4 juta ton. Jadi, proyeksi 290 juta ton di 2026 ini sebenarnya masih masuk akal dan kelihatan banget kalau industri smelter kita lagi haus-hausnya sama pasokan nikel.
Kebutuhan Smelter Makin Brutal
Masalahnya sekarang, kebutuhan bijih buat smelter di dalam negeri tuh nggak ngotak. Berdasarkan data, kebutuhan smelter saat ini udah nembus angka sekitar 320 juta ton. Kalau produksinya cuma 290 juta ton, kan artinya ada kekurangan pasokan dong?
Tenang aja, bos. Pemerintah bilang kekurangan pasokan itu bakal aman-aman aja karena ketutup sama stok yang udah ada alias existing stock. Biar lebih jelas, lu bisa intip beberapa poin penting ini:
- Proyeksi produksi bijih nikel 2026: ~290 juta ton
- Kuota di RKAB 2026: 260 – 270 juta ton
- Kebutuhan smelter saat ini: ~320 juta ton
- Realisasi serapan APNI semester I 2026: 120,6 juta ton (46,2 persen dari kuota)
Data dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) juga nunjukin kalau serapan nikel selama paruh pertama 2026 udah nyampe 120,6 juta ton. Artinya, permintaan pasar emang beneran nyata dan nggak kaleng-kaleng.
Saatnya Gaspol Saham Nikel?
Buat urusan cuan di pasar saham, sentimen kayak gini nih yang sering bikin market bergerak liar. Kalau produksi dan demand sama-sama tinggi, emiten-emiten nikel jagoan lu harusnya bisa ketiban untung gede. Tapi ingat, tetap riset sendiri dan jangan FOMO ya bro, atur money management lu biar nggak nyangkut di puncak.
