Minyak Brent Naik Gara Gara Iran Bikin Ulah Di Selat Hormuz
Buat lu pada yang sering mantengin market, siap siap pasang mata. Harga minyak mentah Brent baru aja ngegas naik sekitar 3,8 persen ke level US$ 82,5 per barel pas penutupan perdagangan Kamis lalu. Waktu Jumat sorenya, harganya juga masih anteng di kisaran US$ 82,2 per barel. Pokoknya posisi minyak lagi seksi buat dicermati.
Konflik Timur Tengah Panas Lagi
Kenaikan harga minyak ini bukan tanpa sebab, men. Pemicu utamanya karena konflik di Timur Tengah mulai panas lagi alias re-eskalasi. Iran ketahuan nyerang target berbahaya di Pulau Qeshm yang lokasinya ada di Selat Hormuz pas hari Kamis. Gara gara aksi itu, pasar langsung deg-degan takut pasokan minyak terganggu.
Nggak cuma itu, kantor berita Iran Fars juga ngasih kabar kalau mereka lagi nyiapin aturan baru yang bakal melarang kapal kapal dari AS, Israel, dan negara lain yang dicap berbahaya buat lewat Selat Hormuz. Nggak tanggung tanggung, kalau ada yang nekat melanggar, bakal digetok denda sampai 20 persen dari nilai muatan kapal. Ngeri kan.
Sentimen Trump Lawan Aksi Houthi
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sempat nyeletuk kalau perang bakal cepet kelar dan urusan Selat Hormuz lagi dibahas dengan lancar. Tapi lu jangan langsung percaya gitu aja, soalnya AS sama Iran masih beda pandangan soal syarat kebebasan pelayaran di sana.
Situasi makin keruh karena kelompok Houthi di Yaman yang dibekingi Iran juga ikut ikutan rusuh. Mereka ngelancarin serangan besar besaran ke pasukan pemerintah Yaman. Belum lama ini, Houthi juga ngaku udah nyerang tanker minyak Arab Saudi di Teluk Aden dan bikin jalur pelayaran di Laut Merah terancam.
Pengaruhnya Buat Saham Lokal
Terus apa hubungannya sama portofolio lu? Jelas ada pengaruhnya, bos. Kalau harga minyak global naik terus gara gara panasnya Selat Hormuz, saham saham emiten energi dan pertambangan migas di bursa kita bisa ketiban durian runtuh. Sentimen kayak gini biasanya bikin saham komoditas jadi incarannya para bandar.
Intinya, lu harus tetap tetapkan risk management yang ketat. Jangan asal FOMO masuk barang tanpa analisa. Pantau terus berita global biar duit lu nggak nyangkut di pucuk.
