Kabar Pasar

Sawit Bakal Seret, Proyeksi Produksi 2026 Dipangkas USDA Gara Gara El Nino

Lu pada yang hobi nyangkut di saham CPO siap siap pasang mata deh. Baru baru ini, USDA alias Departemen Pertanian AS resmi memangkas proyeksi produksi minyak sawit mentah Indonesia buat periode 2026 sampai 2027. Gara garanya nggak main main, cuaca ekstrem lagi ngancam kebun sawit kita.

Produksi dan Ekspor Kena Pangkas

Di laporan terbarunya, USDA nurunin angka proyeksi produksi sawit Indonesia dari yang tadinya 48 juta ton jadi cuma 47,2 juta ton aja. Bahkan angka ini lebih kecil dibanding proyeksi resmi mereka sebelumnya yang ada di level 47,5 juta ton. Biang keroknya apalagi kalau bukan ancaman kekeringan panjang akibat El Nino dan positive Indian Ocean Dipole.

BMKG sendiri udah ngasih warning bakal ada defisit air mulai Oktober 2026 nanti, khususnya di sentra sawit kayak Sumatra Selatan dan Kalimantan. Kalau kekeringan kejadian lebih dari tiga bulan, otomatis hasil panen bakal babak belur dalam rentang tiga sampai enam bulan kedepan.

Nggak cuma produksi yang seret, urusan ekspor juga ikutan kena imbas. USDA ngerevisi target ekspor sawit kita dari 25 juta ton turun drastis ke angka 23,1 juta ton. Pasalnya, stok dipangkas tapi kebutuhan di dalam negeri malah makin ngegas.

Domestik Makin Rakus Sawit, Stok Tipis

Buat lu yang pegang saham emiten sawit, info satu ini wajib banget dicatet. Konsumsi domestik justru diprediksi melonjak sampai 25,3 juta ton atau naik 2,5 juta ton. Sektor industri jadi penyumbang terbesar dengan proyeksi nyampe 17,4 juta ton, meroket 16 persen secara YoY.

Penyebab utamanya jelas karena kebijakan mandatori biodiesel B50 yang bikin jatah sawit buat dalam negeri makin banyak tersedot. Akibat produksi seret tapi konsumsi lokal ngebut, persediaan akhir sawit Indonesia di periode 2026/2027 diproyeksikan bakal terjun bebas sampai minus 28 persen secara YoY jadi sisa 3,1 juta ton doang.

Saatnya Serok atau Pantau Dulu Nih

Kondisi kayak gini pasti bakal bikin pergerakan saham sawit makin liar di bursa. Stok tipis di tengah ancaman El Nino bisa jadi sentimen dua arah buat emiten CPO. Biar nggak salah langkah, lu harus rajin pantau berita fundamental kayak gini sebelum memutuskan mau CL atau nyerok saham andalan lu.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x