Kabar Pasar

Minyak Global Goyang, Pasar Saham Bakal Ikut Amsyong

Buat lu yang sering mantengin chart, pasti udah tau kalo komoditas energi punya pengaruh besar ke pergerakan market. Nah, baru-baru ini International Energy Agency alias IEA ngeluarin laporan terbarunya yang bikin deg-degan. Situasi minyak global lagi nggak baik-baik aja, dan ini jelas bakal ngefek langsung ke portofolio saham lu.

Permintaan dan Pasokan Minyak Anjlok di 2026

Berdasarkan data IEA, permintaan minyak global sepanjang 2026 diprediksi bakal nyungsep sampai minus 2,5 persen secara YoY jadi 102,4 juta barel per hari. Penyebabnya klasik tapi ngeri, mulai dari stok yang makin seret, harga bahan bakar yang melonjak, sampe ekonomi global yang prospeknya makin suram.

Nggak cuma dari sisi pembeli, pasokan minyak juga ikutan ambrol. IEA memperkirakan pasokan global di 2026 bakal turun minus 5,5 persen YoY ke angka 100,7 juta barel per hari. Masalah utamanya ada di Timur Tengah. Pemulihan pasokan di sana masih sangat rentan gara-gara ketegangan geopolitik yang nggak berkesudahan, plus ancaman serangan langsung ke infrastruktur energi dan jalur tanker.

Proyeksi 2027 dan Sektor Pengilangan

Masuk ke tahun 2027, IEA melihat ada sedikit harapan buat pemulihan. Permintaan minyak dunia diproyeksikan naik tipis plus 2 persen YoY jadi 104,4 juta barel per hari. Tapi jangan senang dulu, angka ini masih lebih rendah sekitar 620 ribu barel per hari dibanding level konsumsi tahun 2025.

Di sisi lain, pasokan global tahun 2027 diprediksi bakal rebound cukup kencang sebesar plus 7,7 persen YoY jadi 108,4 juta barel per hari. Aktivitas pengilangan atau refinery global juga diproyeksikan ikut membaik setelah sempat babak belur.

  • Tahun 2026: Aktivitas refinery global terkontraksi minus 2,7 persen YoY ke 81,7 juta barel per hari akibat biaya pengiriman dan harga minyak mentah yang mahal.
  • Tahun 2027: Aktivitas refinery diprediksi berbalik tumbuh plus 3,4 persen YoY menjadi 84,5 juta barel per hari.

Apa Artinya Buat Investor Saham?

Kondisi energi yang kayak roller coaster gini tentu bakal bikin sektor energi dan saham-saham terkait ikutan bergejolak. Biaya pengiriman yang naik dan harga minyak yang liar bakal menekan margin emiten terkait. Buat lu yang nyangkut di saham komoditas atau energi, tetep pasang trailing stop dan jangan gegabah masuk market. Pantau terus pergerakan berita global biar duit lu nggak ludes sia-sia.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x