Kabar Pasar

Minyak Mentah Ngamuk Lagi, Gara-gara Gertakan Trump ke Iran

Buat lu pada yang mandangin chart saham energi, pasti sadar kan kalau harga minyak lagi gerah? Kemarin harga minyak Brent ditutup nanjak sekitar 2,4 persen ke level US$93,8 per barel. Nggak berhenti di situ, tren naiknya masih lanjut sekitar 0,3 persen ke kisaran US$94,1 per barel pas Jumat sore.

Kenaikan ini bukan tanpa alasan, men. Pasar lagi panik karena ulah Presiden Donald Trump yang ngasih ancaman bakal nerapin sanksi ekonomi brutal ke Iran. Bukan cuma Iran doang yang diincar, tapi sekutu sama mitra bisnisnya juga kena getahnya. Panas banget kan situasinya.

Operasi Ekonomi Paling Melumpuhkan

Si Trump emang nggak ada matanya kalau soal bikin geger pasar. Dia nyeletuk lagi ngeluncurin apa yang dia sebut sebagai operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah ada terhadap suatu negara. Walau dia masih nutup mulut soal detail teknisnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent ngasih bocoran kalau rincian sanksi maut ini bakal diumumin Senin besok.

Gertakan kayak gini jelas bikin deg-degan pelaku pasar, terutama yang megang saham komoditas minyak. Pasokan global bisa mendadak seret kalau sanksi ini beneran kejadian dan ekspor minyak Iran dipangkas habis-habisan.

China Jadi Sasaran Utama

Walau Trump sok misterius nggak nyebutin negara mana aja yang bakal disikat, media kayak Bloomberg langsung ngebongkar arah anginnya. Target utama dari ancaman ini ternyata ngarah langsung ke China.

Lu pasti tau sendiri kalau China itu importir utama minyak Iran. Kalau sekutunya digencet sama AS, otomatis bakal ada drama geopolitik baru yang bikin rantai pasok energi global makin semrawut. Buat trader lokal, berita kayak gini kudu dipantau ketat biar nggak salah ambil posisi di saham-saham energi kita.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x