Nasib Saham AADI di Kuartal Ketiga, Laba Nyungsep Tapi Masih Aman
Lu pasti pada penasaran kan gimana kabar saham AADI akhir-akhir ini? PT Adaro Andalan Indonesia Tbk baru aja ngelaporin kinerja keuangan mereka buat periode kuartal ketiga tahun 2026 atau 3Q26. Biar lu nggak salah langkah, gw bakal bahas ringkas buat lu semua.
Laba Bersih AADI Turun di 3Q26
Kabar kurang enak dateng dari sisi bottom line. Laba bersih AADI pada kuartal ini tercatat di angka US$209 juta. Angka ini nunjukin penurunan 37 persen kalau dibandingin kuartal sebelumnya alias secara QoQ. Tapi kalau lu tarik garis setahun ke belakang alias YoY, laba bersih mereka sebenernya masih tumbuh 32 persen.
Terus, kalau ditotal dari Januari sampe September 2026 alias 9M26, laba bersihnya udah tembus US$683 juta atau naik 16 persen secara YoY. Jadi sebenarnya nggak jelek-jelek banget, bro.
Penyebab Penurunan Laba AADI
Gw tahu lu pasti mikir, kok bisa labanya nyungsep? Nih beberapa alasan utamanya:
- Pendapatan turun 6 persen QoQ gara-gara bisnis penambangan batu bara dan logistik yang lagi melemah.
- Margin laba kotor nyusut ke level 29,7 persen dari sebelumnya 34,9 persen karena beban royalti yang makin nambah.
- Ada lonjakan beban pajak akibat penjualan tambang Kestrel yang sifatnya cuma sekali alias one-off.
Selain itu, volume penjualan batu bara AADI ikut turun tipis jadi 17,9 juta ton atau minus 3 persen QoQ. Masalah utamanya ada di gangguan logistik pengangkutan dari tambang ke pelabuhan. Debit air Sungai Barito sempet nyusut gara-gara El Nino, jadi kapal agak susah jalan.
Kinerja Operasional Masih Sejalan Ekspektasi
Meskipun laba bersihnya kena hantaman beban pajak dan masalah cuaca, secara operasional AADI masih on track kok. Laba usaha selama 9M26 udah nyampe US$1 miliar atau naik 32 persen YoY. Angka ini udah sejalan sama estimasi konsensus karena udah nutup 76 persen dari target tahun 2026.
Satu lagi, AADI juga dapet cuan tambahan sekitar US$21,5 juta plus penerimaan cash sekitar US$735 juta dari hasil penjualan aset Kestrel. Buat lu yang megang sahamnya, kinerja operasional mereka sejauh ini masih tergolong solid dan nggak perlu panik berlebihan.
Tetap pantau pergerakannya dan jangan FOMO ya, atur strategi lu masing-masing biar cuan terus!

