Nikel Lagi Overload, Pemerintah Mau Ketatin Kuota Produksi Tahun Depan
Buat lu yang pegang saham emiten nikel, siap-siap pasang sabuk pengaman. Pasalnya, pemerintah lewat Kementerian ESDM udah kasih sinyal bakal ngerem kuota produksi bijih nikel buat tahun 2027 besok. Langkah ini diambil gara-gara stok nikel di pasaran global udah kebanyakan alias oversupply parah.
Stok Menumpuk Bikin Pusing
Kelebihan pasokan nikel global sekarang emang nggak main-main. Berdasarkan data, stok nikel di bursa global kayak London Metal Exchange dan Shanghai Futures Exchange udah tembus angka sekitar 750 ribu ton. Kalau barang numpuk tapi yang beli sepi, ya jelas bikin harga loyo. Makanya, pemerintah mau nggak mau harus turun tangan buat ngontrol keran produksi supaya pasar nggak semakin babak belur.
Fakta Angka RKAB Nikel Terbaru
Kalau kita lihat dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB, pergerakan kuota nikel ini sebenarnya agak dinamis:
- Realisasi tahun 2025 sempat nyentuh angka 320,4 juta ton.
- Pemerintah baru aja menyetujui revisi RKAB 2026 dengan kuota di kisaran 290 sampai 300 juta ton. Angka ini naik dari estimasi awal tahun yang sekitar 260 sampai 270 juta ton, tapi masih lebih rendah dibanding tahun 2025.
- Masuk tahun 2027, kuotanya dipastikan bakal lebih ketat lagi.
Smelter China Mulai Kurangi Produksi
Tekanan di pasar dalam negeri juga makin terasa nyata. Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, ngebebasin info kalau perusahaan smelter raksasa asal China udah mulai rencana mangkas produksi di Indonesia. Akibatnya, penyerapan bijih nikel dari para penambang lokal langsung kena imbas.
Dalam dua bulan terakhir aja, rata-rata penyerapan bijih nikel anjlok dari yang tadinya sekitar 25 juta ton, sekarang cuma nangkring di angka 20 juta ton aja. Penurunan ini tentu bikin para penambang lokal harus putar otak lebih keras.
Apa Artinya Buat Investor Saham?
Buat gw dan lu yang sering mantengin market, berita kayak gini penting banget buat diwaspadai. Oversupply global ditambah penyerapan smelter yang lagi seret berarti emiten pertambangan nikel bakal diuji kinerjanya dalam beberapa waktu ke depan. Jangan asal FOMO beli saham nikel kalau nggak mau nyangkut. Tetap riset mandiri dan stay alert sama sentimen komoditas kayak gini.
