Tembaga Ngamuk Terus Ambruk, Jangan Panik Bro
Buat lu yang pantengin market komoditas, pasti kemarin pada jantungan liat pergerakan tembaga. Pasaran lagi liar banget, boss. Kemarin harganya sempat bikin rekor tertinggi, tapi nggak lama kemudian langsung banting setir turun tajam.
Rekor Tertinggi Cuma Sebentar
Harga tembaga berjangka untuk kontrak 3 bulan di London Metal Exchange (LME) sempat mencetak rekor all time high di level US$14.875 per ton pada perdagangan intraday hari Kamis. Sayangnya, itu cuma angin surga sesaat. Menjelang penutupan, harganya malah anjlok minus 3,6 persen ke posisi US$14.233 per ton.
Kenaikan gila-gilaan sebelumnya terjadi karena aksi arbitrase dari premi harga tembaga di bursa Comex AS. Banyak pemain pasar yang buru-buru nimbun tembaga ke AS gara-gara ketakutan pemerintah setempat bakal nerapin tarif impor.
Gara-Gara Urusan Tarif AS
Penyebab ambruknya harga ini simpel tapi krusial. Ada laporan dari Reuters yang nyebutin kalau pemerintah AS ternyata masih mikir-mikir alias belum ambil keputusan soal rencana tarif tembaga olahan.
Alasannya masuk akal juga sih, pemerintah AS takut kalau tarif ini malah bikin biaya manufaktur makin mencekik. Niat awal mau ngedukung tambang dalam negeri, malah bisa bikin boncos sektor industri lain yang butuh tembaga.
Apa Kata Stockbit Buat Besok-Besok?
Buat lu para trader saham pertambangan, kejadian ini jadi sinyal kalau market lagi super sensitif. Sesuai ekspektasi Stockbit, volatilitas harga tembaga global dalam jangka pendek bakal terus disetir sama sentimen wacana tarif dari Gedung Putih ini.
Jadi, saran gw, nggak usah gampang FOMO pas harga lagi ngebut di atas. Tetap atur strategi manajemen risiko supaya portofolio lu nggak babak belur pas market lagi usil kayak gini.
