PTPP Selektif Cari Proyek, Kontrak Baru Turun Tipis
Lu pada yang megang saham emiten konstruksi pasti udah pada tau kan kalau gerak-gerik emiten pelat merah lagi dipantau ketat. Nah, si PT PP (Persero) Tbk (PTPP) baru aja ngasih update soal kinerja mereka selama semester pertama tahun 2026. Alih-alih jor-joran ambil semua proyek kayak dulu, sekarang mereka milih buat lebih selektif.
Keputusan ini keliatan dari angka kontrak baru yang mereka kantongin sampai pertengahan tahun ini. Makanya, penting buat lu tau rinciannya biar nggak salah langkah pas ngeliat chart sahamnya besok.
Capaian Kontrak Baru PTPP
Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo, emiten ini sukses ngebukukan nilai kontrak baru sekitar Rp8,4 triliun selama paruh pertama 2026. Kalau dibandingin sama periode yang sama tahun sebelumnya, angka ini ngalamin penurunan sekitar 10 persen secara tahunan.
Pencapaian Rp8,4 triliun tadi baru setara dengan 38 persen dari total target ambisius yang dipatok manajemen sepanjang 2026 di angka Rp22 triliun. Keliatannya emang agak seret, tapi pihak manajemen emang sengaja ngerem dan mikir panjang sebelum nyomot proyek baru biar kas perusahaan tetep aman.
Dominasi Proyek Pemerintah dan Jalan
Kalau kita bedah dari asal usul duitnya, proyek pemerintah masih jadi penyelamat utama buat PTPP. Porsinya gila-gilaan mendominasi sampai 73 persen dari total kontrak baru. Sementara itu, proyek dari pihak swasta cuma nyumbang 15 persen, dan sisanya 12 persen dateng dari BUMN lain.
Berikut rincian kontribusi berdasarkan segmen pengerjaannya:
- Jalan dan jembatan jadi yang paling gede di 31 persen
- Tanggap darurat nyusul di posisi kedua dengan 21 persen
- Smelter dan pertambangan ngambil 18 persen
- Rumah sakit dapet 12 persen
- Gedung menyumbang 11 persen
- Pelabuhan di angka 3 persen
- Sumber daya air 2 persen
- Infrastruktur air nutup di 1 persen
Kesimpulan Buat Trader
Buat gw pribadi, strategi PTPP yang lebih milih selektif ini ada bagusnya biar nggak asal nambah utang demi proyek mangkrak. Tapi di sisi lain, pasar biasanya agak sensitif kalau ngeliat angka kontrak baru yang turun. Jadi, lu tetep harus pasang mata baik-baik dan atur strategi manajemen risiko kalau mau masuk ke saham ini.

