Berita Korporasi

Kinerja HMSP 3Q26: Laba 9 Bulan Tembus Rp6,5 Triliun Tapi Margin Mulai Tertekan

Buat lu yang pegang saham emiten rokok raksasa satu ini, ada kabar baru nih dari laporan keuangan HMSP periode kuartal ketiga 2026. Secara angka, performanya keliatan lumayan solid buat ukuran emiten yang lagi berdarah-darah hadapi gempuran cukai. Penasaran kan sama detailnya? Yuk intip ulasannya di bawah.

Pendapatan Naik Tapi Laba Kuartalan Terkoreksi

Sepanjang kuartal ketiga 2026, HMSP berhasil meraup laba bersih sebesar Rp2,3 triliun. Angka ini emang turun tipis 2,6 persen dibanding tahun sebelumnya secara tahunan, tapi lumayan banget karena naik 8,5 persen dibanding kuartal sebelumnya. Pendapatan bersih juga ikut terkerek ke angka Rp31 triliun atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan.

Kalo ditarik garis lurus untuk pencapaian selama sembilan bulan pertama tahun 2026, total laba bersih HMSP udah nyentuh Rp6,5 triliun. Capaian ini melonjak tajam 44,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan setara dengan 77 persen dari estimasi konsensus setahun penuh.

Faktor Pendorong Laba Dan Masalah Beban Cukai

Jangan senang dulu, bro. Lonjakan laba bersih sembilan bulan ini ternyata sebagian besar cuma efek basis rendah dari tahun lalu. Kenaikan laba sebelum pajak sebenarnya cuma 21,6 persen secara tahunan, dan hampir separuhnya malah berasal dari lonjakan pos laba lain-lain bersih yang jadi Rp358 miliar dari sebelumnya rugi.

Selain itu, tarif pajak efektif udah normal lagi di angka 22 persen. Beda banget sama tahun lalu yang sempat melonjak sampai 34,4 persen karena ada beban pajak tambahan. HMSP juga masih punyaPR besar nih, yaitu klaim pengembalian pajak senilai Rp4,8 triliun yang masih nyangkut di proses keberatan atau banding.

Satu hal yang wajib luwaspadai adalah beban pita cukai yang naik 9,7 persen jadi Rp52,6 triliun. Angka ini makan sekitar 60,1 persen dari total penjualan bersih, bikin margin laba kotor pada kuartal tiga merosot ke level 17,4 persen. Tren margin tebal di atas 18 persen yang sempat bertahan empat kuartal beruntun akhirnya resmi jebol juga.

Pergeseran Tren Rokok Mesin Dan Tangan

Dari sisi produk, ada pergeseran kebiasaan beli konsumen yang cukup menarik dicermitin. Segmen Sigaret Kretek Mesin atau SKM mendadak ngebut dengan pertumbuhan 15,6 persen secara tahunan dan kini mendominasi 60 persen dari total penjualan. Sebaliknya, segmen Sigaret Kretek Tangan atau SKT malah loyo dan turun 10,5 persen. Untungnya, efisiensi masih bisa dijaga lewat biaya produksi langsung yang cuma naik tipis dan beban usaha yang malah turun tipis 1,4 persen.

Kesimpulannya, fundamental HMSP masih cukup tangguh di tengah gempuran cukai rokok yang makin brutal. Buat lu yang mau masuk atau hold saham ini, tetap pasang mata jeli ke pergerakan margin dan kebijakan cukai ke depan ya.

0 0 votes
Post Rating
guest

0 Comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x