Saham ISSP Pecah Rekor, Laba Bersih Q3 2026 Naik Gila-Gilaan
Buat lu yang sering mantengin layar saham, pasti udah pada tahu kan kalau emiten baja satu ini lagi on fire banget. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk atau yang punya kode saham ISSP baru saja merilis laporan keuangan yang bikin senyum-senyum sendiri. Nggak tanggung-tanggung, laba bersih mereka tembus angka yang nggak main-main di kuartal ketiga tahun ini.
Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Buat ukuran emiten siklikalan, pencapaian ISSP kali ini bener-bener di luar nalar. Pada periode 3Q26, laba bersih mereka tercatat mentok di angka Rp234 miliar. Kalau lu hitung secara YoY, lonjakannya sampai 50 persen. Sedangkan kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya alias QoQ, naiknya juga nggak kalah gokil yaitu 44 persen.
Pencapaian ini resmi jadi rekor laba kuartalan paling tinggi sepanjang sejarah perseroan berdiri. Kalau ditotal dari awal tahun sampai kuartal tiga alias 9M26, cuan bersih yang dikantongin udah nyampe Rp475 miliar atau naik 29 persen secara YoY. Angka ini udah nutupin sekitar 84 persen dari estimasi setahun penuh, jadi emang performanya lagi gacor banget.
Faktor Pendorong Cuan ISSP
Lu mungkin penasaran kan, kok bisa emiten pipa baja ini cetak laba segede itu? Jawabannya simpel tapi keren. Ada dua faktor utama yang bikin performa ISSP melesat jauh:
- Pendapatan bersih naik ke kisaran Rp1,7 triliun, tumbuh 9 persen YoY dan 4 persen QoQ.
- Ekspansi margin laba kotor yang melonjak ke level 23 persen, jauh dibanding periode yang sama tahun lalu di angka 19 persen.
Prospek Masih Cerah Buat Diguyur Cuan
Melihat performa yang konsisten kayak gini, wajar banget kalau banyak analis pasang badan positif buat saham ISSP. Kinerja operasional mereka terbukti kuat dan efisien banget dalam mendulang cuan dari proyek-proyek infrastruktur maupun industri. Buat lu yang pengen tahu lebih dalam soal bedah emiten ini, strategi mereka emang terbukti manjur bikin profit dobel dari jalur pipa baja.
Intinya, ISSP sukses ngebuktiin kalau fundamental yang oke bakal tetep keliatan hasilnya di laporan keuangan. Jadi, gimana, tertarik buat nampung sahamnya atau mau nunggu koreksi dulu?

